BTM.CO.ID, JAKARTA – Perekonomian Indonesia pada Triwulan I-2026 menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah dinamika global yang masih bergerak menuju keseimbangan baru. Ekonomi nasional tercatat tumbuh sebesar 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy), melampaui sejumlah negara anggota G20 dan berada di atas proyeksi berbagai lembaga internasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI. Airlangga Hartarto mengatakan, Pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga selama momentum Ramadan dan Idulfitri, serta dukungan belanja negara yang hingga kini telah mencapai Rp815 triliun.
“Pemerintah juga menggulirkan berbagai program untuk menjaga daya beli masyarakat, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis, penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN), hingga stimulus tarif transportasi selama musim mudik Lebaran.” Ujarnya selasa (5/5/2026)
Sejumlah indikator ekonomi nasional turut menunjukkan kondisi yang positif. Tingkat inflasi tetap terkendali di angka 2,42 persen, tingkat kepercayaan konsumen berada pada level optimistis, serta neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat surplus.
Selain itu, pertumbuhan kredit perbankan dan dana pihak ketiga juga tetap solid, menandakan aktivitas ekonomi dan likuiditas domestik masih terjaga dengan baik.
Dari sisi sosial, kondisi masyarakat juga terus mengalami perbaikan. Pemerintah mencatat sebanyak 1,89 juta lapangan kerja baru berhasil tercipta. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,68 persen, angka kemiskinan menurun ke level 8,25 persen, dan tingkat ketimpangan masyarakat juga semakin membaik.
Pemerintah menyatakan akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui berbagai stimulus lanjutan. Beberapa di antaranya meliputi pemberian diskon transportasi saat Idulfitri, percepatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta pembiayaan bagi sektor-sektor produktif.
Ke depan, kebijakan fiskal akan terus dioptimalkan guna menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 tetap berada di kisaran 5,4 persen.
Pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, seperti penyaluran gaji ke-13 bagi ASN, bantuan pangan kepada masyarakat, hingga subsidi energi untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli.
Di sisi lain, penguatan sektor riil terus dilakukan melalui pembangunan perumahan, peningkatan kualitas pendidikan, serta percepatan transisi energi nasional.
Untuk memastikan seluruh program berjalan efektif dan tepat sasaran, Pemerintah membentuk Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah (P3M-PPE) yang bertugas mendorong penyederhanaan regulasi dan percepatan proses perizinan.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat terus terjaga secara kuat, inklusif, dan berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi global. (Btm/r)







