May Day 2026: Prabowo Minta Aplikator Taat Aturan, Komisi Ojol Harus di Bawah 10 Persen

  • Bagikan

BTM.CO.ID, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kesejahteraan buruh, petani, nelayan hingga pengemudi ojek online dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Monumen Nasional, Jumat (1/5/2026).

Di hadapan ribuan buruh yang memadati kawasan Monas, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kemudahan akses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi buruh, petani dan nelayan dengan tenor panjang serta cicilan ringan.

Menurutnya, masyarakat pekerja seperti buruh, petani dan nelayan harus mendapatkan dukungan penuh dari negara, termasuk kemudahan pembiayaan rumah dan perlindungan sosial.

BACA JUGA:  Stok Beras RI Tembus 5,1 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

“Presiden menekankan KPR rumah untuk buruh, nelayan dan petani harus mendapat keringanan dan jangka waktu yang panjang,” ujar Prabowo.

Ia menyebut tenor KPR bagi nelayan dan masyarakat pekerja bisa mencapai puluhan tahun agar lebih terjangkau.

“KPR rumah untuk buruh, nelayan dan petani  bisa 20, 25, 30 hingga 40 tahun,” katanya.

Prabowo menilai buruh, petani dan nelayan merupakan kelompok pekerja yang memiliki tanggung jawab tinggi sehingga layak mendapat kemudahan pembiayaan.

BACA JUGA:  Kadin Indonesia Kritik HPM Pasir Kuarsa Kepri: Sudah Tak Rasional dan Bisa Hambat Investasi

“Berikan kemudahan KPR karena buruh, nelayan dan petani tidak akan kabur,” tegasnya disambut riuh para peserta May Day.

Selain program perumahan, Presiden juga memastikan pemerintah akan memberikan perlindungan melalui asuransi dan subsidi kepada buruh, petani dan nelayan.

Tak hanya itu, Prabowo turut menyoroti persoalan komisi ojek online yang dinilai memberatkan para pengemudi. Ia meminta potongan komisi dari aplikator diturunkan menjadi di bawah 10 persen.

BACA JUGA:  NEWS VIDEO: Capaian Investasi Triwulan I Tahun 2026, Rosan Roeslani: Investasi Alami Peningkatan Signifikan

“Komisi ojol ke aplikator harus di bawah 10 persen,” ujarnya.

Dengan gaya khasnya, Prabowo juga melontarkan pernyataan yang langsung disambut sorak para peserta.

“Enak aja elo yang keringat, dia yang dapat duit. Sorry aja,” katanya.

Presiden kemudian mengingatkan seluruh perusahaan dan aplikator digital agar mematuhi aturan pemerintah apabila ingin menjalankan usaha di Indonesia.

“Kalau tidak taat aturan, tidak usah berusaha di Indonesia,” tegas Prabowo. (Btm/ddr)

  • Bagikan