Mantan Kepala BP Batam HM. Rudi Kirim Pesan Menohok Setelah Pohon Jati Emas di Batam Dibabat Misterius

  • Bagikan

BTM.CO.ID, BATAM – Mantan Kepala BP Batam dan Juga Mantan Walikota  Kota Batam, H. Muhammad Rudi, angkat bicara terkait perusakan ratusan pohon jati emas di jalur utama Kota Batam yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK).

Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Rudi menyampaikan pesan penuh makna mengenai pentingnya menjaga hasil pembangunan dan penghijauan yang selama ini dilakukan bersama.

“Foto lama ini bukan sekadar kenangan, melainkan pengingat bahwa setiap kebaikan yang pernah ditanam selalu memiliki harapan untuk dijaga bersama,” tulis Rudi dalam unggahannya, Selasa, (5/5/2026).

BACA JUGA:  BP Batam Percepat Layanan Izin Lingkungan Jadi 29 Hari, Dukung Kemudahan Investasi

Ia menegaskan bahwa membangun kota bukan perkara mudah. Namun, menjaga dan merawat hasil pembangunan disebut jauh lebih membutuhkan kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat.

“Membangun itu tidak mudah, namun merawatnya jauh lebih membutuhkan kesadaran dan kepedulian kita. Harapan itu tetap ada agar kota yang kita cintai ini senantiasa terjaga, terawat, dan tidak dirusak,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Akselerasi Kinerja Layanan dan Tata Kelola, RSBP Batam Serap Praktik Terbaik dari RS Tk. II dr. Soepraoen Malang

Rudi juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan Kota Batam sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.

“Mari kita jaga dan rawat bersama, sebagai warisan berharga untuk anak cucu kita,” tutupnya.

Penegasan tersebut muncul setelah ratusan pohon jati emas yang menjadi bagian program penghijauan Kota Batam ditemukan dalam kondisi ditebas dan rusak diduga dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK).

BACA JUGA:  BP Batam Bongkar Masalah UWT 214 Rumah di Batu Aji, Pengembang Disebut Belum Bayar Kewajiban

Pantauan btm.co.id di lokasi pada Senin (4/5/2026), pohon-pohon berukuran sekitar 1 meter hingga 5 meter tampak tumbang di sepanjang jalur utama dari arah Bandara Hang Nadim menuju Kepri Mall.

Aksi perusakan tersebut menuai kecaman dari masyarakat karena dinilai merusak estetika kota sekaligus mengganggu upaya penghijauan yang selama ini digencarkan Pemerintah Kota dan BP Batam. (btm/ddr)

  • Bagikan