NEWS VIDEO: Mentan Amran Paparkan Swasembada Pangan di Hadapan 118 BEM, Stok Beras RI Tembus Rekor 5 Juta Ton

  • Bagikan

BTM.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan langsung capaian swasembada pangan nasional di hadapan 118 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari seluruh Indonesia dalam dialog terbuka yang berlangsung dinamis pada Rabu (6/5/2026).

Dalam forum tersebut, Mentan Amran menjelaskan berbagai perkembangan sektor pertanian nasional, mulai dari rekor cadangan beras pemerintah, kondisi pupuk nasional, hingga strategi pemerintah memperkuat ketahanan pangan di tengah situasi geopolitik global yang semakin memanas.

Di depan ratusan mahasiswa, Amran menegaskan bahwa Indonesia saat ini berada pada jalur swasembada pangan yang kuat. Ia menyebut stok beras nasional telah menembus lebih dari 5 juta ton, yang disebut sebagai capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Hadiri Resepsi El Rumi–Syifa Hadju, Sampaikan Doa dan Nikmati Kari Laksa

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata penguatan produksi dalam negeri sekaligus keberhasilan pemerintah menjaga cadangan pangan nasional di tengah ancaman krisis pangan global yang melanda sejumlah negara.

“Ini adalah hasil kerja keras bersama dalam memperkuat sektor pertanian nasional. Produksi meningkat dan cadangan pangan kita semakin kuat,” ujar Amran dalam dialog tersebut.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional Bersama Kapolri di Hambalang

Tak hanya membahas beras, Mentan Amran juga menyoroti kondisi pupuk nasional yang dinilai tetap aman meski dunia tengah menghadapi tekanan geopolitik dan gangguan rantai pasok global.

Ia mengungkapkan, pemerintah bahkan berhasil menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20 persen, yang disebut menjadi pertama kali terjadi sepanjang sejarah Indonesia.

Menurut Amran, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meringankan beban petani sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan nasional agar tetap meningkat di tengah tantangan global.

BACA JUGA:  7 Tewas, 81 Luka dalam Insiden KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Evakuasi Masih Berlangsung

Dialog bersama 118 BEM itu berlangsung interaktif. Sejumlah mahasiswa turut menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait ketahanan pangan, distribusi pupuk, hingga strategi pemerintah menghadapi potensi krisis pangan dunia.

Pemerintah berharap keterlibatan mahasiswa dapat memperkuat kolaborasi dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong generasi muda lebih tertarik terhadap sektor pertanian modern di Indonesia. (Btm/r)

  • Bagikan