BP Batam Angkat Bicara Usai Pohon Jati Emas Dibabad Misterius

  • Bagikan

BTM.CO.ID, BATAM –  BP Batam mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan lingkungan Kota Batam agar tetap hijau dan asri, menyusul aksi perusakan ratusan pohon jati emas di jalur utama Kota Batam.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menyayangkan aksi perusakan lingkungan yang terjadi di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, dari arah Bandara Internasional Hang Nadim menuju Simpang Kepri Mall.

“Wujudkan Kota Batam cerdas yang peduli lingkungan. Stop perusakan lingkungan. Jati emas Batam adalah warisan untuk Batam yang hijau dan berkelanjutan. Lindungi pohon, menjaga masa depan Kota Batam,” ujar Ariastuty senin (4/5/2026)

BACA JUGA:  Peringati Hari Bumi 2026, Amsakar: Jadikan Tanjung Banon yang Sejuk dan Nyaman

Menurut BP Batam, ratusan batang pohon jati emas yang sebelumnya ditanam sebagai bagian dari program penghijauan kota dilaporkan ditebas oleh orang tidak dikenal (OTK).

Penanaman pohon jati emas tersebut tidak hanya bertujuan mempercantik kawasan jalan utama, namun juga menjadi bagian dari strategi penghijauan Kota Batam dalam skala luas.

BP Batam menilai keberadaan pohon-pohon tersebut memiliki banyak manfaat, mulai dari memperbaiki kualitas udara, mengurangi panas kota, hingga menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Atas kejadian itu, BP Batam mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas dan tanaman penghijauan yang telah dibangun demi masa depan Kota Batam yang lebih hijau.

BACA JUGA:  BP Batam Bongkar Masalah UWT 214 Rumah di Batu Aji, Pengembang Disebut Belum Bayar Kewajiban

Sebelumnya diberitakan, Ratusan pohon jati emas di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Batam Centre, dibabat oleh orang tak dikenal (OTK). Aksi perusakan tersebut diduga dilakukan menggunakan benda tajam.

Pantauan btm.co.id di lokasi pada Senin (4/5/2026), terlihat banyak batang pohon jati emas yang telah ditebas. Pohon-pohon dengan ukuran sekitar 1 meter hingga 5 meter tampak rusak dan tumbang di sepanjang jalan tersebut.

Belum diketahui siapa pelaku yang bertanggung jawab atas pembabatan pohon penghijauan itu. Hingga berita ini diturunkan, pihak BP Batam juga belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.

BACA JUGA:  Li Claudia Tegaskan Tidak Ada Toleransi untuk Pelaku Perusakan Lingkungan

Seperti diketahui, pohon jati emas tersebut merupakan bagian dari program penghijauan yang dilakukan BP Batam pada 24 Agustus 2022 llalu

Saat itu, sekitar 12.000 batang pohon jati emas ditanam di sepanjang Jalan Simpang Bandara Hang Nadim hingga Simpang Fly Over Laluan Madani.

Program penanaman itu tidak hanya bertujuan memperindah kawasan kota, namun juga mendukung pembangunan jalur pedestrian.

Nantinya, pohon-pohon jati emas tersebut direncanakan menjadi peneduh bagi para pejalan kaki di sepanjang jalur pedestrian yang dibangun.  (Btm/ddr)

  • Bagikan