Empat Terduga Pelaku Kematian LC di Nagoya Batam Resmi Diciduk Polisi

  • Bagikan

BTM.CO.ID, BATAM – Dugaan skenario jahat yang dilakukan Wilson alias Wiliam, Meylika, serta dua orang koordinator manajemen MK semakin terungkap seiring pendalaman penyidikan Polresta Barelang atas kematian ms x (25), wanita asal Lampung yang bekerja sebagai Ladies Companion (LC) di salah satu KTV kawasan Nagoya.

Korban ditemukan tak bernyawa pada Sabtu (29/11/2025) di sebuah mess Blok D 28, kawasan Jodoh Permai.

Kapolsek Batu Ampar, Kompol Amru Abdullah, S.I.K., M.Si., mengungkapkan bahwa para terduga pelaku diduga telah menyusun rencana matang untuk menutupi tindakan mereka.

“Salah satu langkah paling krusial adalah menghilangkan kamera CCTV di sekitar lokasi, diduga agar tidak ada rekaman yang dapat mengungkap proses penyiksaan maupun pergerakan para pelaku sebelum dan sesudah kejadian,” ujar Kompol Amru Abdullah dalam konferensi pers, Senin (1/12/2025).

BACA JUGA:   Kapal Patroli Tercepat di Indonesia Perkuat Bakamla RI

Dua koordinator dari pihak manajemen MK juga disebut terlibat dalam upaya menghilangkan jejak tersebut. Mereka diduga berperan memandu proses pemusnahan barang bukti hingga mengatur langkah pascakejadian agar kematian korban tampak sebagai peristiwa biasa tanpa kaitan dengan pihak internal.

Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh penyidik, korban disebut mengalami kekerasan fisik secara bersama-sama. Wilson, Meylika, dan kedua koordinator itu diduga melakukan pemukulan, tendangan, hingga tindakan ekstrem berupa memasukkan air ke mulut korban menggunakan selang.

BACA JUGA:   PT Pos Indonesia Cabang Batam Lakukan Geotagging Bentuk Verifikasi Terhadap 39 Ribu Lebih KPM

Lebih sadis lagi, mulut korban diduga ditutup menggunakan plester sehingga korban tidak bisa bernapas maupun memberikan perlawanan.

“Korban dalam kondisi tanpa busana saat penganiayaan berlangsung. Kekerasan dilakukan secara bertubi-tubi hingga kondisi korban sangat lemah, nyaris tak berdaya, dan berada pada tahap sekarat,” jelas Kapolsek.

Melihat kondisi korban yang semakin memburuk, para terduga pelaku diduga menyusun langkah lanjutan dengan membawa korban ke Rumah Sakit Elisabeth Sei Lekop.

Korban rencananya akan didaftarkan sebagai pasien tanpa identitas (Ms X), sehingga kematiannya tampak tidak berkaitan dengan insiden di mess tersebut.

BACA JUGA:   HM Rudi Sukses Jalankan Amanah Ex Officio Di Kota Batam, Menteri Tjahjo Kumolo Bilang Begini

Namun, keterangan yang berkembang menyebutkan bahwa saat hendak dibawa keluar, korban sudah dalam kondisi membeku, mengindikasikan bahwa ia telah meninggal akibat penyiksaan sebelum sempat mendapat pertolongan.

Keempat terduga pelaku yang kini dalam pemeriksaan disebut telah memberikan keterangan mengenai peran masing-masing.

Polisi masih mendalami konsistensi pengakuan, menelusuri keberadaan alat yang digunakan, serta mencari kemungkinan adanya saksi tambahan.

Penyidik juga terus menelusuri lokasi barang bukti lain yang diduga terkait kasus ini. (Btm/tim/jim)

  • Bagikan