Pemko Batam Gandeng BRIN Fungsikan Kembali Kebun Raya Batam Menjadi Destinasi Unggulan

  • Bagikan

BTM.CO.ID, BATAM – Setelah sekian lama terbengkalai dan minim pengelolaan, Kebun Raya Batam di kawasan Nongsa akhirnya akan kembali difungsikan sebagai salah satu destinasi unggulan di Kota Batam. Pemerintah Kota (Pemko) Batam kini memperkuat sinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan kawasan tersebut menjadi pusat konservasi sekaligus destinasi wisata berbasis ekologi.

Seperti diketahui, Kebun Raya Batam memiliki sejarah panjang dalam proses pembangunannya. Proyek yang sempat digadang-gadang menjadi kawasan konservasi modern itu juga pernah terseret kasus hukum.

Kasus paling menonjol terjadi pada proyek pembangunan tahun 2014-2015. Saat itu, Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau menemukan dugaan korupsi dengan kerugian negara mencapai Rp6,9 miliar akibat mark-up harga dan manipulasi spesifikasi pekerjaan. Dalam proses hukum tersebut, terdakwa diketahui telah mengembalikan kerugian negara senilai Rp2,742 miliar dan Rp360 juta.

BACA JUGA:  LIVE STREAMING: Presiden Prabowo Hadiri Retreat Ketua DPRD se-Indonesia

Saat ini kondisi Kebun Raya Batam dinilai masih jauh dari optimal. Kawasan tersebut hanya ditanami sejumlah tanaman bunga secara sederhana dan belum mampu menarik minat wisatawan secara maksimal.

Namun kini, upaya revitalisasi mulai dilakukan. Hal itu ditandai dengan audiensi antara Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Deputi Kepala Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (29/4/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN, Asep, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemko Batam. Audiensi itu menjadi langkah strategis untuk menindaklanjuti Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sebelumnya telah disepakati sebagai turunan dari nota kesepahaman (MoU) antara kedua pihak.

BACA JUGA:  NEWS VIDEO: Prabowo Subianto Lantik Sejumlah Pejabat Negara di Istana Negara

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar menegaskan komitmen Pemko Batam untuk mempercepat implementasi kerja sama, khususnya dalam pengembangan Kebun Raya Batam.

“Keberadaan Kebun Raya Batam sangat strategis. Selain sebagai pusat konservasi dan pengayaan tumbuhan, juga berpotensi menjadi pengungkit sektor pariwisata,” ujar Amsakar.

Ia menekankan pentingnya dukungan BRIN dalam mempercepat realisasi sejumlah poin kerja sama, terutama terkait pengelolaan kebun raya, penguatan riset, serta pengayaan koleksi tanaman.

Sementara itu, pihak Badan Riset dan Inovasi Nasional menyambut baik komitmen tersebut. BRIN menilai Kebun Raya Batam memiliki posisi yang sangat potensial karena berada di kawasan Nongsa yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Batam.

BACA JUGA:  NEWS VIDEO: Prabowo Subianto Lantik Sejumlah Pejabat Negara di Istana Negara

Dengan pengembangan yang tepat, kawasan ini diyakini dapat menjadi bagian dari ekosistem pariwisata terintegrasi di Kota Batam.

Amsakar juga optimistis pengembangan yang dibarengi dengan publikasi secara masif akan berdampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisatawan.

“Jika Kebun Raya Batam dapat kita dorong menjadi destinasi unggulan dan dipublikasikan secara luas, tentu akan berdampak langsung pada peningkatan kunjungan wisatawan,” katanya.

Melalui kolaborasi antara Pemko Batam dan BRIN ini, Kebun Raya Batam diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat konservasi tumbuhan, tetapi juga berkembang menjadi ikon baru pariwisata berbasis ekologi di Kota Batam. (Btm/r/ddr)

  • Bagikan