BTM.CO.ID, BATAM – Simulasi survei Pemilihan Gubernur Kepulauan Riau (Pilgub Kepri) 2029 yang dirilis Batam Research Center (BRC) menunjukkan persaingan antarfigur masih terbuka lebar.
Dalam hasil survei yang diterima litbang btm.co.id kamis (30/4/2026), nama Muhammad Rudi yang juga dijuluki bapak pembangunan Batam ini berada di posisi teratas dengan tingkat elektabilitas mencapai 20 persen.
Di posisi kedua, Amsakar Ahmad memperoleh 17 persen suara, disusul Nyanyang Haris Pratamura dengan 14 persen.
Sementara itu, Soerya Respationo berada di angka 12 persen, kemudian Yan Fitri meraih 9 persen, dan Iman Sutiawan memperoleh 6 persen.
Beberapa nama lain juga masuk dalam simulasi, yakni Aneng dengan 4 persen, Dharma Setiawan sebesar 3 persen, Rocky Marciano Bawole sebesar 2,5 persen, Roby Kurniawan sebesar 2 persen, serta Lis Darmansyah sebesar 1,5 persen.

Sebanyak 8 persen responden dalam survei tersebut mengaku belum menentukan pilihan politik mereka.
Survei dilakukan secara daring terhadap 1.200 responden dengan margin of error sekitar ±2,83 persen. BRC menegaskan bahwa hasil tersebut merupakan simulasi dan bukan survei resmi dari KPU.
Dalam simulasi head-to-head tiga besar, Muhammad Rudi kembali unggul dengan perolehan 35 persen. Posisi berikutnya ditempati Amsakar Ahmad dengan 29 persen dan Nyanyang Haris Pratamura sebesar 17 persen. Adapun 19 persen responden lainnya masih belum menentukan pilihan.
BRC juga memetakan kekuatan isu dan wilayah dalam kontestasi politik Kepri. Kota Batam disebut menjadi basis suara terbesar sekaligus kunci kemenangan Pilgub Kepri 2029.
Sementara itu, Tanjungpinang dan Bintan dinilai kuat pada isu pemerintahan, budaya, dan pariwisata. Sedangkan Karimun serta Lingga lebih fokus pada ekonomi lokal dan transportasi laut.
Untuk wilayah Anambas dan Natuna, isu konektivitas dan pembangunan infrastruktur disebut menjadi perhatian utama masyarakat.
Dari sisi isu prioritas pemilih, lapangan kerja dan ekonomi menjadi faktor paling dominan dengan angka 31 persen. Kemudian disusul biaya hidup dan harga kebutuhan pokok sebesar 19 persen, transportasi dan konektivitas 15 persen, serta pendidikan dan kesehatan sebesar 12 persen.
BRC menyimpulkan bahwa peta elektabilitas menuju Pilgub Kepri 2029 masih sangat cair dan berpotensi berubah. Kandidat yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta menawarkan program nyata dinilai memiliki peluang besar untuk memenangkan kontestasi politik di Kepulauan Riau. (Btm/ddr)








