BTM.CO.ID, BATAM – Pemandangan kurang sedap terlihat di kawasan Jembatan Barelang pada Minggu pagi (14/6/2026). Sepanjang akses menuju Jembatan 1 hingga sejumlah titik di kawasan Barelang, sampah tampak berserakan usai ramainya aktivitas masyarakat yang menghabiskan malam dan akhir pekan di lokasi wisata ikonik tersebut.
Ironisnya, di tengah keindahan panorama laut dan megahnya konstruksi Jembatan Barelang yang menjadi kebanggaan Batam, tumpukan sampah justru menjadi pemandangan yang mencoreng wajah destinasi wisata tersebut. Kemasan makanan, botol minuman plastik, kantong kresek hingga berbagai jenis sampah rumah tangga terlihat tercecer di pinggir jalan maupun area tempat masyarakat berkumpul.
Fenomena ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran sebagian pengunjung terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Banyak warga datang membawa makanan dan minuman untuk menikmati suasana malam di Barelang, namun tidak sedikit yang meninggalkan sampah begitu saja setelah selesai berkegiatan.
Di sisi lain, keberadaan oknum yang diduga melakukan pungutan parkir di sejumlah titik juga menjadi sorotan masyarakat. Namun persoalan sampah tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah maupun petugas kebersihan. Akar persoalannya terletak pada perilaku individu yang masih menganggap sampah sebagai urusan orang lain.
Redaksi menilai, persoalan sampah di Barelang bukan semata masalah fasilitas atau kurangnya petugas kebersihan. Ini adalah persoalan budaya dan kesadaran masyarakat. Sebagus apa pun fasilitas yang disediakan pemerintah, jika pengunjung masih membuang sampah sembarangan, maka kawasan wisata akan tetap kotor.
Sudah saatnya masyarakat mengubah pola pikir bahwa sampah yang dibawa ke lokasi wisata adalah tanggung jawab pribadi. Jika seseorang mampu membawa makanan dan minuman dari rumah menuju Barelang, maka seharusnya ia juga mampu membawa kembali sampahnya hingga menemukan tempat pembuangan yang layak.
Konsep sederhana “bawa datang, bawa pulang” perlu menjadi budaya baru di kawasan wisata Batam. Kesadaran ini jauh lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan petugas kebersihan yang setiap hari harus membersihkan sampah yang terus bertambah.
Barelang adalah etalase pariwisata Batam. Wisatawan domestik maupun mancanegara menjadikan kawasan ini sebagai salah satu tujuan utama saat berkunjung ke kota ini. Ketika sampah berserakan di sepanjang jalan dan area wisata, citra Batam sebagai kota tujuan investasi dan pariwisata ikut tercoreng.
Pemerintah perlu meningkatkan pengawasan, menambah fasilitas tempat sampah, serta menertibkan praktik pungutan liar apabila memang ditemukan. Namun yang paling penting adalah membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.
Jangan sampai keindahan Barelang kalah oleh tumpukan sampah yang ditinggalkan pengunjungnya sendiri. Sebab sejatinya, kebersihan sebuah destinasi wisata bukan hanya cerminan kinerja pemerintah, tetapi juga cerminan peradaban masyarakat yang menikmatinya. (Btm/Redaksi)







