Investor Global Antre Masuk Batam, BP Batam Siapkan Karpet Merah untuk Industri Hijau dan Manufaktur Bernilai Tinggi

  • Bagikan
Foto ilustrasi kawasan pelabuhan dan industri kota Batam dihasilkan artificial intelligence (AI) Gemini dari Google - btm.co.id

BTM.CO.ID, BATAM – Daya tarik Kota Batam sebagai salah satu pusat investasi strategis di Indonesia semakin kuat. Sejumlah investor nasional maupun internasional, khususnya dari Tiongkok, mulai menjajaki peluang investasi berskala besar di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, kawasan industri hingga energi terbarukan.

Dalam beberapa waktu terakhir, Deputi Bidang Investasi BP Batam terus menerima kunjungan dan audiensi dari berbagai perusahaan yang tertarik mengembangkan usahanya di Batam. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BP Batam memperkuat komunikasi dengan pelaku usaha guna memastikan iklim investasi tetap kondusif, kompetitif, dan memberikan kepastian bagi investor.

Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menegaskan bahwa kepercayaan investor merupakan faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Batam.

BACA JUGA:  Li Claudia Chandra Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026

“Kepercayaan investor adalah modal penting bagi kemajuan Batam. Karena itu, BP Batam terus membangun komunikasi yang terbuka dan responsif agar setiap tantangan yang dihadapi pelaku usaha dapat diselesaikan bersama secara cepat dan terukur,” ujar Fary, Rabu (10/6/2026).

BACA JUGA:  Idul Adha 1447 H, BP Batam Sembelih 33 Hewan Kurban dan Bagikan Ribuan Paket Daging

Samara Industrial Park Siapkan Ribuan Lapangan Kerja

Salah satu investor yang melakukan pertemuan dengan BP Batam adalah PT Samara Industrial Park bersama tenant asal Tiongkok, PT Yuto Packaging Technology Indonesia.

Pertemuan tersebut menjadi forum diskusi untuk menyampaikan berbagai masukan terkait kegiatan usaha, kebutuhan investasi, serta rencana pengembangan bisnis di Batam.

PT Samara Industrial Park saat ini tengah mengembangkan kawasan industri dan pergudangan terpadu seluas 20 hektare yang dilengkapi area komersial. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pusat aktivitas industri baru di Batam dan ditargetkan mampu menyerap hingga 5.000 tenaga kerja.

BACA JUGA:  Air Batam Hilir Perbaiki Pipa Utama, Sejumlah Kawasan Alami Gangguan Distribusi

Kehadiran tenant internasional seperti PT Yuto Packaging Technology Indonesia dinilai menjadi sinyal positif meningkatnya kepercayaan investor asing terhadap prospek ekonomi Batam yang didukung posisi geografis strategis di jalur perdagangan internasional.

  • Bagikan