LIVE STREAMING: Presiden Prabowo Paparkan Arsitektur RAPBN 2027, Target Ekonomi Tumbuh Hingga 6,5 Persen

  • Bagikan

BTM.CO.ID, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memaparkan pokok-pokok kebijakan fiskal dan Asumsi Dasar Ekonomi Makro dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027, dalam Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).

Mengusung tema “Stabil dan Tumbuh Tinggi”, pemerintah menegaskan komitmennya menjaga postur APBN tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan guna mempercepat transformasi ekonomi nasional yang merata.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya optimalisasi pendapatan negara yang dibarengi dengan efisiensi belanja pemerintah agar manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

“Pemerintah berkomitmen memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan dari anggaran negara bersifat produktif dan memberikan dampak nyata yang langsung dirasakan oleh kesejahteraan masyarakat,” ujar Prabowo.

BACA JUGA:  NEWS VIDEO: Mentan Amran Paparkan Swasembada Pangan di Hadapan 118 BEM, Stok Beras RI Tembus Rekor 5 Juta Ton

Dari sisi postur makro anggaran, pemerintah menargetkan pendapatan negara tahun 2027 berada pada kisaran 11,82 persen hingga 12,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara itu, belanja negara dirancang pada kisaran 13,62 persen hingga 14,80 persen dari PDB, dengan defisit anggaran dijaga tetap aman pada rentang 1,80 persen hingga 2,40 persen dari PDB.

Untuk mendukung arsitektur fiskal tersebut, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun 2027 berada di kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen. Target tersebut meningkat dibanding target pertumbuhan ekonomi APBN 2026 sebesar 5,4 persen.

BACA JUGA:  BPOM RI Tindak 11 Kosmetik Terkenal Berbahaya, Mengandung Merkuri hingga Steroid

Selain itu, pemerintah juga menargetkan inflasi tetap terkendali pada kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen. Suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diperkirakan berada di level 6,5 persen hingga 7,3 persen.

Di sektor nilai tukar, rupiah diproyeksikan bergerak pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat. Sementara asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) ditetapkan pada kisaran 70 hingga 95 dolar AS per barel.

Pemerintah juga menargetkan lifting minyak mentah sebesar 602 ribu hingga 615 ribu barel per hari, serta lifting gas bumi sebesar 934 ribu hingga 977 ribu barel setara minyak per hari.

BACA JUGA:  MPR RI Minta Maaf atas Polemik LCC Empat Pilar 2026 Kalbar, Dewan Juri dan MC Dinonaktifkan

Melalui rancangan kebijakan fiskal tersebut, pemerintah menegaskan fokus pada penguatan penerimaan negara tanpa mengganggu iklim investasi nasional. Pemerintah optimistis sinergi kebijakan fiskal dan moneter akan mampu menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga memaparkan sejumlah program strategis kerakyatan yang saat ini tengah dijalankan pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Btm/DDR)

  • Bagikan