SELAMAT!, Satpam Asal Bintan Raih Penghargaan Kalpataru 2026, Sukses Kelola 140 Ton Sampah Bersama Masyarakat

  • Bagikan

BTM.CO.ID, BINTAN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah Kepulauan Riau. Miswanto, seorang petugas keamanan (satpam) asal Kabupaten Bintan, berhasil meraih Penghargaan Kalpataru Tahun 2026 dalam kategori Pembina.

Penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup tersebut diumumkan dalam acara puncak Penghargaan Kalpataru 2026 yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (11/6/2026).

Acara tersebut juga disiarkan secara langsung melalui kanal resmi YouTube Kementerian Lingkungan Hidup.

BACA JUGA:  Tips Kelola Sampah Kurban Saat Idul Adha, Mulai dari Tulang hingga Jeroan Agar Tidak Menimbulkan Bau

Kalpataru merupakan bentuk apresiasi tertinggi pemerintah kepada para perintis, pengabdi, penyelamat, dan pembina lingkungan yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di Indonesia.

Miswanto menerima penghargaan kategori Pembina atas dedikasinya dalam melakukan pembinaan dan pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat di Kabupaten Bintan.

Berawal dari kepedulian terhadap persoalan sampah di lingkungan sekitar, Miswanto berhasil mengubah aksi sosial menjadi gerakan pemberdayaan masyarakat yang memberikan dampak lingkungan sekaligus manfaat ekonomi.

BACA JUGA:  TAJUK REDAKSI: Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Satu Rumah Satu Pohon, Warisan Hijau untuk Batam

Melalui berbagai program yang digagasnya, seperti Ojek Sampah, Geber Emas Pensosmas, dan Rumah Pilah, Miswanto bersama masyarakat setempat telah berhasil mengelola lebih dari 140 ton sampah anorganik.

Inisiatif tersebut tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi dari sampah yang dikelola serta membuka peluang kerja bagi warga sekitar.

Keberhasilan Miswanto menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana dan kepedulian individu terhadap lingkungan.

BACA JUGA:  Pemko Batam Akan Bangun 300 TPS Komunal, Solusi Atasi Penumpukan Sampah di Permukiman

Atas dedikasi dan konsistensinya dalam membangun sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat, ia dinilai layak menerima penghargaan Kalpataru 2026 sebagai salah satu tokoh lingkungan inspiratif dari Kepulauan Riau.

Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat luas untuk terus berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mengembangkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi. (Btm/DDR)

  • Bagikan