BTM.CO.ID, NATUNA – Menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri terjadi peningkatan tajam terhadap kebutuhan masyarakat. Salah satunya tingginya permintaan kelapa bulat.
Kelapa bulat atau cocos nucifera merupakan salah satu potensi perkebunan asal Natuna yang memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan. Tingginya permintaan membuatnya dikirim ke berbagai daerah termasuk ke Tanjung Pinang.
Karantina Kepulauan Riau (Kepri) melalui Satuan Pelayanan Natuna melakukan pemeriksaan dan pengawasan kelapa bulat yang akan dikirim ke Kota Gurindam Dua Belas menggunakan kapal KM. Usaha Mandiri 9 dan KM. Kawaranae yang sandar di Pelabuhan Penagi, Natuna.
“Sebanyak 148,89 ton kelapa bulat atau di kenal dengan kelapa jambul dan kelapa akhirnya dapat dikirim setelah di terbitkan Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area (KT-3)” ungkap Hasim, Kepala Karantina Kepri dalam keterangannya.
Hasim menjelaskan setiap media pembawa baik hewan, ikan, tumbuhan dan produk turunan yang akan dilalulintaskan wajib dilengkapi dengan Sertifikat Kesehatan. Hal ini guna mencegah masuk dan tersebarnya hama dan penyakit Karantina.
Sekaligus memberikan jaminan keamanan dan kesehatan setiap media pembawa sebelum nantinya akan di konsumsi masyarakat atau diproses lebih lanjut ke industri pengolahan.
Karantina Kepri berkomitmen dalam mendorong potensi daerah untuk bisa menembus pasar dalam negeri. Dengan diperdagangkan menjadi bukti bahwa hasil pertanian Natuna dapat bersaing dengan daerah lainnya.
“Untuk itu, ayo laporkan setiap media pembawa yang dilalu-lintaskan. Mari kita dukung sumber daya yang ada di perbatasan untuk bisa memenuhi kebutuhan domestik” tutup Hasim. (Btm/r)










