BTM.CO.ID, NATUNA – Karantina Kepulauan Riau (Kepri) melalui Satuan Pelayanan Natuna memastikan hasil perikanan asal Natuna kembali berlayar menuju Jakarta melalui Pelabuhan Selat Lampa. Jalur ini menjadi pintu utama distribusi hasil laut Natuna ke pasar nasional, sekaligus menjaga kelancaran arus logistik sektor perikanan.
Melalui digitalisasi layanan BEST TRUST, tercatat permohonan tindakan karantina terhadap komoditas perikanan yang akan dilalulintaskan dengan total volume mencapai sekitar 269 ton dan nilai ekonomis sebesar Rp5,3 miliar. Capaian tersebut mencerminkan besarnya kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian daerah Natuna.
Komoditas perikanan yang dikirim didominasi oleh ikan layang sebanyak 90,6 ton, disusul gurita 62,2 ton dan cumi-cumi 56,5 ton. Selain itu, turut dilalulintaskan berbagai jenis ikan lainnya seperti ikan lemuru, kerapu, ketamba, lencam, sotong, daging hiu, ikan pari, serta komoditas perikanan lainnya.
Seluruh produk perikanan tersebut diangkut menggunakan KM Logistik Nusantara 4 dan KM ABG Kepri menuju Jakarta.
“Ikan layang menjadi komoditas tertinggi dalam pengiriman kali ini. Besarnya potensi perikanan Natuna dan diterimanya produk ini di pasar Jakarta menjadi bukti bahwa kualitas perikanan Natuna tidak kalah dengan daerah lainnya,” ujar Hasim, Kepala Karantina Kepri, dalam keterangannya.
Dalam kegiatan ini, Karantina Kepri berperan aktif melakukan pemeriksaan, pengawasan, serta sertifikasi terhadap seluruh komoditas perikanan yang dilalulintaskan. Pemeriksaan meliputi aspek kesehatan ikan, kelayakan media pembawa, serta pemenuhan persyaratan keamanan dan mutu pangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh komoditas perikanan dinyatakan memenuhi persyaratan keamanan dan mutu pangan, sehingga layak untuk didistribusikan ke daerah tujuan. Dengan pengawasan karantina yang ketat, kualitas dan keamanan produk perikanan diharapkan tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.
“Kegiatan pengiriman ini diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan sektor perikanan, meningkatkan kepercayaan pasar, serta memperkuat peran Natuna sebagai salah satu lumbung perikanan nasional,” tutup Hasim. (Btm/r)










