CCTV Jadi Kunci! Misteri 59 Bugenvil di Batam Rusak dan Hilang, Pelaku Diduga Beraksi Sistematis

  • Bagikan

BTM.CO.ID, BATAM – Aksi perusakan puluhan tanaman bugenvil di sejumlah titik penataan kota Batam mulai mengarah pada dugaan tindakan vandalisme terorganisir. Sebanyak 59 tanaman bugenvil dilaporkan rusak, bahkan 13 di antaranya hilang diduga dibawa kabur oleh pelaku tak dikenal.

Yang mengejutkan, sejumlah tanaman ditemukan dalam kondisi tercabut secara brutal dan dibuang ke saluran drainase hingga parit di sekitar lokasi penanaman.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan besar: siapa pelaku dan apa motif di balik aksi tersebut?

Kini, keberadaan kamera pengawas atau CCTV disebut menjadi salah satu kunci utama untuk mengungkap pelaku perusakan fasilitas penghijauan kota itu.

Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan terjadi tidak hanya di satu titik. Pola pencabutan tanaman yang terjadi hampir seragam memunculkan dugaan bahwa aksi dilakukan secara sengaja dan dalam waktu tertentu agar tidak terpantau warga.

BACA JUGA:  59 Tanaman Bugenvil di Batam Rusak dan Hilang, BP Batam Akan Tindak Pelaku

“Bunga dibuang dan dicabut secara membabi buta. Ini bukan kerusakan biasa,” ujar warga asal sei panas rabu (20/5/2026).

Hingga saat ini, belum ada pihak yang bertanggung jawab atas aksi tersebut. Namun, dengan adanya kamera pengawas di sejumlah ruas jalan dan kawasan penataan kota, aparat penegak hukum diyakini dapat menelusuri pergerakan pelaku.

BP Batam pun memastikan pengawasan akan diperketat dan pelaku vandalisme bakal ditindak tegas.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait mengecam keras aksi perusakan tersebut. Menurutnya, tindakan itu telah merusak upaya pemerintah dalam mempercantik wajah Kota Batam.

BACA JUGA:  BP Batam Siapkan Teknologi SWRO Ubah Air Laut Jadi Air Industri di NDP, Investasi Baru Mengalir ke Batam

“Kami sangat menyesalkan terjadinya perusakan terhadap tanaman bugenvil yang telah ditanam sebagai bagian dari upaya mempercantik Kota Batam. Tindakan seperti ini tidak dapat ditoleransi dan telah mencederai semangat kolektif di tengah komitmen pemerintah untuk menjadikan Batam sebagai kota modern yang estetik, hijau, dan nyaman bagi seluruh masyarakat maupun para investor yang datang,” ujar Tuty, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan, selain 13 tanaman yang hilang, sebagian lainnya ditemukan tercabut dan dibuang ke area drainase maupun parit.

Ariastuty juga mengungkapkan bahwa sebelumnya aksi serupa pernah terjadi dan menyebabkan kerusakan terhadap ratusan tanaman jati emas yang telah ditanam pemerintah.

BACA JUGA:  DUH!, Setelah Jati Emas Kini Puluhan Tanaman Bugenvil Dirusak di Batam

Menurutnya, program penghijauan yang dijalankan di bawah arahan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra merupakan investasi jangka panjang demi menciptakan lingkungan kota yang lebih hijau, nyaman, dan menarik bagi investor.

“Keindahan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif seluruh warga,” katanya.

BP Batam kini tengah melakukan pendataan kerusakan sekaligus mempercepat perbaikan tanaman yang rusak. Selain itu, pengawasan di sejumlah titik strategis akan diperketat, termasuk melalui pemanfaatan CCTV untuk mengidentifikasi pelaku.

Masyarakat juga diminta ikut menjaga fasilitas penghijauan kota dan segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di kawasan penataan kota. (btm/r/DDR)

  • Bagikan