BTM.CO.ID, BATAM – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dikabarkan akan melakukan pengujian beras yang beredar di Kota Batam menggunakan alat berteknologi canggih. Langkah ini bertujuan untuk memastikan asal usul, jenis, serta kualitas beras yang beredar di pasaran, sekaligus mencegah masuknya beras impor ilegal.
Pengujian tersebut akan melibatkan Satgas Pangan lintas kementerian dan lembaga. Tim ini bertugas menelusuri sumber beras mulai dari daerah produksi hingga jalur distribusinya di wilayah Batam.
Sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya kepada btm.co.id menyebutkan, pengujian dilakukan menyusul dugaan kuat adanya beras impor ilegal yang telah diberi merek dan dikemas ulang sehingga menyerupai beras lokal.
“Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui asal usul, jenis, dan kualitas beras yang beredar di masyarakat batam. Pemerintah harus bertanggungjawab dan jangan sampai konsumen dirugikan oleh praktik-praktik ilegal,” ujarnya.
Alat yang digunakan dalam pemeriksaan tersebut diklaim memiliki tingkat akurasi tinggi, mampu mengidentifikasi karakteristik beras secara cepat dan presisi.
Selain itu, pengujian lapangan juga akan diperkuat dengan pemeriksaan di laboratorium super canggih guna memastikan hasil yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Langkah ini menjadi peringatan keras bagi oknum yang mencoba memainkan distribusi pangan, khususnya beras, di wilayah perbatasan seperti Batam. Pemerintah menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap praktik ilegal yang merugikan petani, negara, dan masyarakat.
Pemeriksaan beras di Batam dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. Hasilnya akan diumumkan kepada publik sebagai bentuk transparansi dan perlindungan konsumen.
Mentan Amran Kunjungan Ke Batam

Seperti diketahui, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Riau, tepatnya ke Kabupaten Karimun dan Kota Batam, pada Senin (19/1/2026).
Agenda diawali dengan kunjungan ke Kantor Wilayah Bea dan Cukai (Kanwil BC) Kepulauan Riau di Karimun sebagai bagian dari penguatan sinergi antarinstansi dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Selanjutnya, Mentan Amran melanjutkan agenda ke Kota Batam dan dijadwalkan hadir sebagai narasumber utama dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).
Mentan Amran Minta Pelaku Penyelundupan 1.000 Ton Beras Ilegal Ditindak Tegas

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah oleh praktik ilegal yang merugikan petani dan mengancam kedaulatan pangan nasional. Penegasan ini disampaikan saat Mentan Amran melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Senin (19/1/2026).
Dalam sidak tersebut, Mentan Amran menyoroti pengungkapan kasus penyelundupan 1.000 ton beras ilegal yang diduga masuk tanpa melalui prosedur karantina dan kepabeanan resmi.
“Saya datang langsung ke Tanjung Balai Karimun untuk memastikan satu hal, yaitu negara tidak boleh kalah oleh praktik ilegal yang merugikan petani. Penemuan 1.000 ton beras ilegal ini bukan persoalan kecil,” tegas Mentan Amran.
Ia menekankan bahwa saat ini Indonesia telah berada dalam kondisi swasembada beras dengan stok nasional yang aman. Oleh karena itu, masuknya beras ilegal dinilai sebagai tindakan yang merusak keadilan pasar dan mengkhianati kepercayaan petani.
“Petani adalah tulang punggung pangan Indonesia. Setiap bentuk penyelundupan adalah pengkhianatan terhadap kerja keras mereka. Kasus ini harus diusut tuntas sampai ke akar-akarnya,” ujarnya.
Mentan Amran juga secara tegas meminta aparat penegak hukum untuk menindak pengusaha yang terlibat dalam penyelundupan tersebut, terutama karena beras ilegal itu justru dikirim ke daerah-daerah yang dikenal sebagai wilayah surplus beras. (Btm/ddr)










