BTM.CO.ID, BATAM – Aktivitas cut and fill di kawasan perbukitan hutan lindung sekitar lokasi Hotel Vista Batam hingga kini masih menyisakan kondisi lahan yang gundul.
Meski aktivitas tersebut telah resmi dihentikan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam, belum terlihat adanya upaya penghijauan kembali di area perbukitan yang sebelumnya digarap.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat Batam akan potensi bencana longsor, terutama mengingat kawasan tersebut merupakan daerah resapan air Sungai Ladi.
Warga menilai penggundulan bukit tanpa disertai penanaman kembali berisiko besar, terlebih saat curah hujan tinggi.
Kekhawatiran semakin meningkat karena lokasi perbukitan tersebut berada tidak jauh dari Rumah Sakit Awal Bros Batam. Warga takut jika terjadi longsoran tanah, dampaknya dapat mengancam fasilitas kesehatan tersebut serta permukiman di sekitarnya.
“Kekhawatiran kami takut kejadian seperti di Tiban dan bencana longsor di Sumatra terulang. Kami berharap lokasi itu segera ditanami pohon-pohon besar untuk mengantisipasi longsor,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (6/1/2026).
Ia menambahkan, posisi bukit yang berdekatan dengan rumah sakit elit di Batam membuat warga semakin waswas.
“Lokasi ini kan dekat dengan RS Awal Bros Batam, jadi takut juga kalau longsor sampai ke rumah sakit,” katanya.
Warga berharap BP Batam dan pihak terkait tidak hanya menghentikan aktivitas cut and fill, tetapi juga memastikan adanya langkah konkret berupa penghijauan kembali dengan menanam pohon-pohon berakar kuat guna meminimalisir risiko longsor di kemudian hari.
Cegah Resiko Longsor, Kepala BP Batam Hentikan Aktifitas Cut and Fill di Lokasi Hotel Vista

Sebagaimana diketahui, Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra sebelumnya telah meninjau langsung lokasi aktivitas cut and fill di area Hotel Vista Batam pada Jumat (11/7/2025).
Dalam peninjauan tersebut, Amsakar menegaskan penghentian sementara aktivitas cut and fill dilakukan karena mempertimbangkan curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan permasalahan serius, seperti jalan menjadi tidak rata akibat timbunan tanah serta pecahnya pipa air bersih akibat pergeseran tanah.
“Kami sengaja turun ke lokasi Vista ini karena beberapa hari terakhir kami sudah cek BMKG, ke depan cuaca cukup ekstrem. Kesimpulannya, untuk antisipasi persoalan yang lebih luas, kita hentikan aktivitas di sini,” tegas Amsakar.
Amsakar juga meminta pihak perusahaan untuk mengalihkan pekerjaan ke bagian bawah proyek dengan fokus pada pembenahan dan perataan tanah yang telah menimbulkan tekanan berlebih.
“Kita minta itu diratakan dan diatur sedemikian rupa. Jadi kalau masih ada alat berat, konteksnya untuk melakukan pembenahan di bagian bawah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Amsakar mengungkapkan BP Batam bersama Pemerintah Kota Batam telah menurunkan tim teknis guna mempelajari pergerakan tanah di lokasi tersebut. Kajian ini dilakukan untuk menganalisis tekanan dan pergeseran lapisan tanah demi mencegah risiko yang lebih besar.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan direncanakan akan turun langsung ke lokasi untuk melakukan kajian teknis terkait dampak pekerjaan ini,” jelasnya.
Ia berharap kehadiran BP Batam dan pemerintah di lapangan dapat meluruskan berbagai isu yang berkembang serta memastikan penanganan dilakukan secara menyeluruh dan maksimal. (Btm/r)










