BTM.CO.ID, BATAM — Ketua Perkumpulan Kekerabatan Sulawesi Selatan (PKSS) Batam, Ahmad Rosano, menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keterlibatan dalam dugaan impor beras ilegal sebanyak 40 ton yang sebelumnya diamankan petugas.
Ia membantah keras pemberitaan sejumlah media nasional yang menyebut dirinya sebagai pengusaha atau pihak yang terkait dalam aktivitas tersebut.
Rosano menyebut pemberitaan itu tidak hanya menyesatkan, tetapi juga mencemarkan nama baiknya. Ia menilai informasi yang beredar tidak memiliki dasar kuat dan berpotensi menimbulkan fitnah di tengah masyarakat.
“Saya dituding pemain impor beras ilegal, itu 100 persen tidak benar,” ujar Ahmad Rosano kepada btm.co.id saat ditemui di Kantor sekretariat PKSS Batam Center, Senin (1/12/2025).
Ia menegaskan tidak memiliki hubungan ataupun kepentingan dengan pemilik beras dan barang sembako yang diamankan petugas.
“Saya tidak ada urusan dengan yang punya barang-barang sembako itu,” tegasnya.
Rosano juga membantah keras pemberitaan media nasional yang mengaitkan namanya berdasarkan rilis Kementerian Pertanian.
Ia menilai pencatutan namanya dalam pemberitaan tersebut tidak dapat dibenarkan.
“Saya tidak terlibat beras impor seperti yang diberitakan Kompas.com atas rilis Menteri Pertanian,” ungkapnya.
Ia menambahkan, klarifikasi ini perlu disampaikan agar isu tersebut tidak berkembang menjadi fitnah dan menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Jika benar informasi tersebut bersumber dari rilis resmi Kementerian Pertanian, Rosano menegaskan pihak Kementan harus bertanggung jawab atas penyebutan namanya. (Btm/DDR)










