Ramai Pemberitaan Pengusaha di Batam Jadi Korban Penggerebekan Narkoba, Diminta Uang Damai Rp1 miliar, Denpom Batam Siap Tindaklanjuti

  • Bagikan

BTM.CO.ID, BATAM  — Komandan Detasemen Polisi Militer (Denpom) 1/6 Batam, Letkol CPM Dela Guslapa Partadimadja, memberikan tanggapan resmi terkait dugaan keterlibatan sejumlah oknum anggotanya dalam kasus penggerebekan palsu terhadap seorang pengusaha di kawasan Bunga Raya, Botania 1, Batam.

Melalui pesan WhatsApp kepada Republikbersuara.com pada Senin (3/11/2025), Letkol CPM Dela Guslapa menegaskan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti laporan apabila korban datang melapor secara resmi.

Letkol CPM Dela Guslapa – btm.co.id/ist

“Saya baru dua hari menjabat di sini. Kami 24 jam buka pelayanan. Silakan pelapor datang langsung ke piket Denpom untuk membuat laporan polisi (LP). Nanti akan diambil keterangannya,” ujarnya singkat namun tegas.

BACA JUGA:   Optimis Indonesia Maju, H. Muhammad Rudi Beri Ucapan Selamat ke Prabowo - Gibran

Sebelumnya, seorang pengusaha berinisial BJ mengaku menjadi korban penggerebekan palsu oleh delapan orang berpakaian preman yang mengaku sebagai petugas Badan Narkotika Nasional (BNN).

Belakangan terungkap, tujuh di antaranya merupakan oknum anggota Polisi Militer (POM) dan satu orang adalah anggota aktif Polda Kepri.

Dalam aksi yang terjadi Sabtu malam (16/10/2025) sekitar pukul 22.00 WIB itu, korban sempat ditodong senjata, digeledah tanpa surat tugas, dan diperas hingga Rp300 juta agar kasus tidak dilanjutkan.

BACA JUGA:   Banjir di Kabil, Amsakar Achmad: Saya Minta Supaya Paritnya Ini Diperbesar

Korban juga menyimpan bukti berupa rekaman CCTV dan pesan WhatsApp yang menunjukkan adanya unsur pemerasan berkedok operasi narkotika.

BJ kini tengah mempersiapkan laporan resmi ke Pusat Polisi Militer (Puspom TNI) dan Propam Polda Kepri, dengan didampingi kuasa hukumnya.

“Saya ingin semua oknum yang terlibat diadili dan diberi sanksi berat. Kalau ini dibiarkan, masyarakat akan terus jadi korban dan kepercayaan publik terhadap aparat akan hancur,” tegas BJ.

BACA JUGA:   Safari Ramadhan di Sagulung Kota, Amsakar Bicara Perihal Rasa Syukur dan Ikhtiar Membangun Batam

Kasus ini kini menjadi sorotan publik di Batam, karena selain melibatkan oknum dari dua institusi berbeda, juga mengungkap praktik pemerasan berkedok penegakan hukum yang berpotensi mencoreng nama baik TNI dan Polri.

Publik menantikan langkah tegas dari Denpom 1/6 Batam, Puspom TNI, serta Propam Polda Kepri untuk mengusut kasus ini hingga tuntas dan memastikan para pelaku mendapat hukuman setimpal. (btm/tim/r)

  • Bagikan