BTM.CO.ID, BATAM – Transformasi digital telah mengubah cara sebuah daerah dikenal dunia. Pariwisata tidak lagi hanya bergantung pada baliho, brosur, atau pameran semata.
Kini, citra sebuah kota dapat dibangun hanya melalui satu unggahan video, foto, maupun narasi kreatif di media sosial.
Karena itu, langkah Pemerintah Kota Batam membekali finalis Duta Wisata Encik dan Puan Batam 2026 dengan pemahaman strategi promosi digital patut diapresiasi.
Apa yang disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, menjadi pesan penting bagi generasi muda Batam saat ini.
Duta wisata bukan lagi sekadar simbol seremonial atau ikon penampilan daerah. Mereka kini dituntut menjadi komunikator digital yang mampu memperkenalkan Batam secara kreatif, modern, dan terpercaya kepada publik nasional maupun internasional.
Batam memiliki modal besar untuk dipromosikan. Posisi strategis yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia, kekuatan sektor industri, pertumbuhan ekonomi, wisata bahari, hingga keberagaman budaya merupakan potensi yang sangat kuat.
Namun semua itu tidak akan maksimal tanpa kemampuan promosi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Di era digital, persepsi publik sering kali dibentuk oleh media sosial. Konten yang menarik, informatif, dan konsisten mampu membangun daya tarik wisata secara cepat.
Sebaliknya, informasi yang salah, provokatif, atau tidak terverifikasi justru dapat merusak citra daerah dalam hitungan menit. Karena itu, penekanan terhadap literasi digital yang disampaikan Kominfo Batam menjadi sangat relevan.
Duta wisata harus mampu menjadi agen informasi yang kredibel. Mereka bukan hanya mempromosikan destinasi, tetapi juga membawa narasi tentang kemajuan kota, keramahan masyarakat, budaya lokal, hingga arah pembangunan Batam ke depan.
Pemahaman terhadap program prioritas pemerintah daerah juga menjadi penting agar promosi yang dilakukan tidak terlepas dari visi pembangunan kota.
Namun di sisi lain, redaksi menilai perlu ada evaluasi yang jujur dan terbuka mengenai relevansi keberadaan duta wisata di era saat ini.
Pertanyaan mendasarnya, seberapa besar dampak nyata keberadaan duta wisata terhadap peningkatan sektor pariwisata Batam?
Jangan sampai ajang pemilihan duta wisata hanya berhenti pada seremoni tahunan, pemotretan, selempang, dan panggung hiburan semata tanpa kontribusi yang terukur terhadap pertumbuhan kunjungan wisatawan maupun promosi destinasi daerah.
Redaksi memandang, eksistensi duta wisata harus sejalan dengan pembenahan tata kelola destinasi wisata di Batam.
Sebab promosi yang baik tidak akan cukup apabila kondisi destinasi masih menghadapi persoalan klasik seperti kebersihan, aksesibilitas, fasilitas umum, penataan kawasan, hingga minimnya kalender event yang konsisten.
Di tengah kondisi efisiensi anggaran dan tuntutan penggunaan uang rakyat yang tepat sasaran, publik tentu berhak mempertanyakan efektivitas program duta wisata apabila hasilnya tidak dirasakan secara nyata.
Apakah program tersebut masih relevan dengan kebutuhan promosi pariwisata modern saat ini, atau justru menjadi kegiatan seremonial yang menghabiskan anggaran tanpa dampak signifikan?
Batam sejatinya membutuhkan lebih dari sekadar figur simbolik. Kota ini membutuhkan strategi promosi yang konkret, berkelanjutan, dan berbasis kolaborasi langsung dengan pelaku industri wisata.
Pemerintah Kota Batam dapat mempertimbangkan langkah yang lebih substansial, seperti memperkuat pembinaan asosiasi pariwisata, komunitas kreatif, pelaku UMKM wisata, hingga event organizer lokal agar mampu menghadirkan aktivitas dan event berskala regional maupun internasional secara rutin.
Sebab dalam dunia pariwisata modern, kekuatan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh siapa dutanya, tetapi oleh seberapa hidup aktivitas wisatanya, seberapa baik pengalaman pengunjungnya, dan seberapa kuat gaung digital yang dibangun secara konsisten.
Redaksi menilai, di tengah persaingan destinasi wisata yang semakin ketat, Batam membutuhkan lebih dari sekadar ikon.
Batam membutuhkan gerakan promosi yang nyata, destinasi yang tertata, event yang hidup, dan generasi muda yang benar-benar mampu membawa nama kota ini dikenal, dipercaya, dan dibanggakan di ruang digital dunia. (Btm/Redaksi)







