Batam Jadi Andalan, Kunjungan Wisman Naik Signifikan di Februari 2026

  • Bagikan


BTM.CO.ID, BATAM – Kinerja sektor pariwisata Indonesia pada Februari 2026 menunjukkan tren yang beragam. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tercatat meningkat secara tahunan, namun tingkat hunian hotel justru mengalami penurunan.

Direktur Statistik Jasa Harmawanti Marhaeni dalam rilis resmi Badan Pusat Statistik pada 1 April 2026 menyampaikan bahwa jumlah kunjungan wisman mencapai 1,16 juta kunjungan. Angka ini tumbuh 13,37 persen dibandingkan Februari 2025 (year-on-year/y-on-y), meskipun turun 2,42 persen dibandingkan Januari 2026 (month-to-month/m-to-m).

“Wisman yang datang ke Indonesia didominasi oleh wisatawan asal Malaysia sebesar 17,18 persen, disusul Tiongkok 13,01 persen, dan Singapura 9,43 persen,” ujarnya.

Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada Februari 2026 tercatat mencapai 91,14 juta perjalanan. Jumlah ini turun 10,69 persen dibandingkan Januari 2026, namun masih tumbuh tipis 0,70 persen secara tahunan. Secara kumulatif Januari–Februari 2026, perjalanan wisnus mencapai 193,17 juta perjalanan, atau sedikit turun 0,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

BACA JUGA:  Kombes Pol Manang Soebeti Soroti Dugaan Konsultasi Pinjol Ilegal BAFI Group di Batam, Masyarakat Diminta Waspada

Berbeda dengan tren tersebut, perjalanan wisatawan nasional (wisnas) atau warga Indonesia ke luar negeri justru menurun. Pada Februari 2026 tercatat 701,07 ribu perjalanan, turun 30,34 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 7,64 persen dibandingkan Februari 2025. Tujuan utama wisnas masih didominasi Malaysia (28,96 persen), diikuti Arab Saudi (20,33 persen), Singapura (12,96 persen), dan Tiongkok (5,46 persen).

Di sektor akomodasi, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang pada Februari 2026 tercatat sebesar 44,89 persen. Angka ini turun 2,32 persen poin dibandingkan Februari 2025 dan turun 2,64 persen poin dibandingkan Januari 2026. TPK hotel nonbintang juga mengalami penurunan, berada di level 21,91 persen.

Meski demikian, rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang meningkat menjadi 1,64 malam, naik 0,06 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepri Melaju Kencang di Awal 2026

Di tengah tren nasional yang beragam, Provinsi Kepulauan Riau justru menunjukkan performa impresif. Wilayah ini menjadi salah satu motor utama pertumbuhan wisman, terutama melalui pintu masuk laut.

BACA JUGA:  Polsek Batam Kota Gerak Cepat Tindaklanjuti Balap Liar di Jalan Depan Polux Habibi

Batam Tetap Jadi Primadona

Batam masih menjadi gerbang utama wisman di Kepri. Pada Februari 2026, jumlah kunjungan mencapai 129.627 orang, melonjak 25,25 persen dibandingkan Februari 2025. Secara bulanan, angka ini juga naik 4,37 persen dibandingkan Januari 2026.

Sepanjang Januari–Februari 2026, total wisman yang masuk melalui Batam mencapai 253.832 kunjungan atau tumbuh 11,96 persen secara tahunan.

Tanjung Uban dan Karimun Melonjak

Sejumlah pintu masuk lain di Kepri juga mencatatkan pertumbuhan signifikan. Tanjung Uban mencatat lonjakan tertinggi sebesar 126,54 persen (y-on-y) dengan 22.235 kunjungan.

Kemudian, Tanjung Balai Karimun tumbuh 43,64 persen dengan 10.197 kunjungan, serta Tanjung Pinang yang naik 32,04 persen dibandingkan tahun lalu.

Sementara itu, Bandara Hang Nadim juga menunjukkan pemulihan dengan pertumbuhan 40,91 persen secara tahunan.

BACA JUGA:  Satpolairud Polresta Barelang Gelar Bakti Kebersihan, Wujudkan Lingkungan Sehat di Tanjung Teritip dan Tanjung Uma

Wisatawan Domestik Ikut Menguat

Kunjungan wisatawan nusantara ke Kepri juga meningkat signifikan. Pada Februari 2026 tercatat 342.470 perjalanan, naik 21,36 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, arus perjalanan warga Kepri ke luar provinsi juga tumbuh 17,61 persen menjadi 311.612 perjalanan.

Analisis: Kepri Unggul di Jalur Laut

Pertumbuhan pesat di Kepri menunjukkan kuatnya peran jalur laut sebagai pintu masuk utama wisman, khususnya dari negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Lonjakan signifikan di Tanjung Uban mengindikasikan kembalinya daya tarik kawasan Bintan sebagai destinasi unggulan, terutama untuk wisata kelas atas.

Selain itu, pemulihan konektivitas udara melalui Bandara Hang Nadim turut memperluas pasar wisatawan internasional. Secara keseluruhan, pertumbuhan wisman Kepri yang berada di atas rata-rata nasional menegaskan daya saing kawasan ini sebagai salah satu destinasi utama Indonesia. (Btm/ddr)


  • Bagikan