Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi PT AKT, Lakukan Tambang Batu Bara Ilegal Selama 10 Tahun

  • Bagikan

BTM.CO.ID, JAKARTA – Tim penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung terus mengusut dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan pertambangan PT AKT di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, untuk periode 2016–2025.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman, mengungkapkan bahwa penyidikan perkara ini terus didalami melalui pemeriksaan sejumlah saksi di berbagai lokasi. Dari hasil penyelidikan, tim penyidik telah menetapkan satu orang tersangka berinisial ST.

“Kami telah menetapkan tersangka ST. Penyidik telah memiliki bukti yang cukup,” ujar Syarief dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).

BACA JUGA:  Beras Subsidi SPHP Diduga Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran: Ini Biadab, Minta Pelaku Dihukum Mati!

Ia menjelaskan, ST merupakan pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas pertambangan batu bara yang izinnya telah dicabut sejak tahun 2017. Namun demikian, PT AKT disebut masih melakukan kegiatan penambangan dan penjualan batu bara dengan dugaan bekerja sama dengan oknum penyelenggara negara.

BACA JUGA:  OPINI: Biang Kerok Mahasiswa Gadungan di Bundaran HI, Mengapa Raffi Ahmad Ikut Menanggung Beban?

“Meski izin telah dicabut, kegiatan penambangan dan penjualan tetap berjalan dengan dugaan adanya kerja sama dengan penyelenggara negara,” ungkapnya.

Akibat perbuatan tersebut, negara diduga mengalami kerugian. Namun hingga kini, jumlah pasti kerugian negara masih dalam proses perhitungan oleh tim penyidik.

BACA JUGA:  Indonesia-Singapura Sepakat Bentuk Satgas Bersama Karhutla, Bidik Aliran Dana Perusahaan "Nakal"

Atas perbuatannya, tersangka ST dijerat dengan Pasal 603 dan Pasal 604 KUHP terkait tindak pidana korupsi.

Penyidik Jampidsus menegaskan bahwa proses hukum akan terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus ini seiring dengan pendalaman penyidikan. (BTM/ddr)

  • Bagikan