BP Batam Terima Kunjungan ADUPI, Bahas Solusi Kuota Impor Bahan Baku Industri Daur Ulang Plastik

  • Bagikan

BTM.CO.ID, BATAM – Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Francis, menyambut langsung kunjungan rombongan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), Rabu (29/4/2026).

Rombongan yang dipimpin Ketua Umum ADUPI, Christine Halim, diterima bersama jajaran BP Batam di ruang kerja Deputi Bidang Investasi.

Kunjungan tersebut digelar untuk membahas solusi terkait penyesuaian mekanisme dan perkembangan kebijakan internasional mengenai kuota impor bahan baku bagi industri daur ulang plastik.

BACA JUGA:  NEWSVIDEO: Temuan Li Claudia Ditindak Cepat, 6 Penambang Pasir Ilegal Diamankan Polda Kepri

Dalam pertemuan itu, Fary Francis menegaskan komitmen BP Batam dalam mendukung iklim investasi serta memberikan kemudahan layanan bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan investasinya di Batam.

“BP Batam berkomitmen mendukung dan memfasilitasi melalui sinergi dengan unit kerja terkait, termasuk percepatan layanan serta penyelarasan kebijakan guna mendorong investasi,” ujar Fary Francis.

Menurutnya, BP Batam terus berupaya menciptakan ekosistem investasi yang kondusif agar sektor industri, termasuk industri daur ulang plastik, dapat tumbuh dan berkembang secara optimal di Batam.

BACA JUGA:  Akselerasi Kinerja Layanan dan Tata Kelola, RSBP Batam Serap Praktik Terbaik dari RS Tk. II dr. Soepraoen Malang

Sementara itu, Ketua Umum ADUPI Christine Halim menyampaikan bahwa Batam memiliki prospek besar sebagai pusat pengembangan industri daur ulang plastik di Indonesia.

Ia menilai, Batam memiliki keunggulan dibandingkan daerah lain karena didukung oleh ekosistem industri yang memadai serta iklim investasi yang kondusif.

BACA JUGA:  Li Claudia Marah Besar. Hentikan Tambang Pasir Ilegal, Satpol PP dan Ditpam Kena Tegur

“Kami meyakini bahwa, dibandingkan daerah lain, Batam memiliki prospek yang lebih besar untuk pengembangan industri ini karena didukung oleh ekosistem yang memadai dan kondusif,” ujar Christine Halim.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara BP Batam dan pelaku industri daur ulang plastik dalam menghadapi tantangan kebijakan global sekaligus mendorong peningkatan investasi di Batam. (Btm/ddr)

  • Bagikan