Panbil Group Siap Serap 60 Ribu Tenaga Kerja Hingga 2030, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Batam

  • Bagikan

:

BTM.CO.ID, BATAM – Selama 38 tahun berkiprah sejak 1987, Panbil Group terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan ekonomi Kota Batam. Sebagai perusahaan yang tumbuh dan berkembang di Pulau Batam, Panbil Group berperan aktif dalam mengembangkan kawasan industri yang mampu menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja baru.

Langkah strategis ini sejalan dengan tanggung jawab perusahaan untuk memperkuat perekonomian Batam, kota yang kini dihuni lebih dari 1,3 juta jiwa dan menjadi salah satu pusat industri utama di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2025, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencapai 6,89 persen — tertinggi kedua secara nasional.

Sementara itu, TPT di Kota Batam pada tahun 2024 tercatat sebesar 7,68 persen, yang berarti dari setiap 100 angkatan kerja terdapat sekitar tujuh hingga delapan orang yang belum memiliki pekerjaan.

BACA JUGA:   Laporan Warga direspons Cepat, Layanan 110 Polresta Barelang Bukti Nyata Kehadiran Polri

Kondisi ini menjadi salah satu alasan Panbil Group terus memperluas pengembangan kawasan industrinya untuk membuka lebih banyak peluang kerja.

Pembangunan Kawasan Industri Muka Kuning seluas 100 hektar dimulai sejak tahun 1999. Kawasan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan investor yang mencari lokasi strategis di Batam.

Kini, Panbil Group melanjutkan pengembangan Tahap II kawasan tersebut. Proyek perluasan yang diajukan ke BP Batam sejak 2015, disetujui pada 2018, dan mulai digarap pada awal 2021, telah menjadi pusat aktivitas ekonomi besar.

Hingga tahun 2025, kawasan ini telah menampung lebih dari 20.000 tenaga kerja, menjadikannya salah satu kawasan industri terbesar dan paling produktif di Batam.

Selain di Muka Kuning, Panbil Group juga mengembangkan kawasan industri seluas 100 hektar di Tembesi, Kecamatan Sagulung. Kawasan ini akan difokuskan pada industri elektronik dengan potensi penyerapan tenaga kerja hingga 30.000 orang.

BACA JUGA:   Patung Lumba-Lumba Raksasa di Batam Zoo Paradise Roboh, Warga Khawatirkan Keamanan Pengunjung

Pengembangan kawasan ini dilakukan oleh PT Tanjung Piayu Makmur, yang telah membidik investor dari Singapura, China, Jepang, Jerman, dan Amerika Serikat.

Kawasan ini juga dirancang dengan konsep Eco Low-Carbon Industrial Park, atau kawasan industri ramah lingkungan, yang menekankan efisiensi energi dan keberlanjutan.

Tak hanya di Batam, Panbil Group juga memperluas bisnisnya ke Pulau Tanjung Sauh, sekitar dua kilometer dari Batam. Pulau ini telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2024.

Dengan luas mencapai 800 hektar, KEK ini dikelola oleh PT Batam Raya Sukses Perkasa dan diproyeksikan mampu menyerap 18.000 tenaga kerja hingga tahun 2030.

BACA JUGA:   Bea Cukai Batam Fasilitasi Pengeluaran Sementara Kendaraan Dari Batam untuk Pemudik Lebaran 2025

Hingga tahun 2025, kawasan ini telah mempekerjakan 817 pekerja, baik dari badan usaha maupun pelaku usaha lokal.

Melalui berbagai proyek strategisnya, Panbil Group menargetkan mampu menyerap lebih dari 60.000 tenaga kerja hingga tahun 2030.

Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat posisi Batam sebagai pusat industri dan investasi unggulan di Indonesia, sekaligus membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Panbil Group berkomitmen penuh untuk terus berperan aktif dalam pembangunan ekonomi Batam melalui proyek-proyek strategis yang membuka lapangan kerja dan mendukung investasi,”  ujar Hanna Kurniawati Corporate Marketing Communication Manager Panbil Hospitality Group selasa (14/10/2025)

Dalam pernyataan resminya, Panbil Group optimistis langkah berkelanjutan ini akan menjadikan Batam sebagai salah satu motor penggerak utama ekonomi nasional di masa depan. (BTM/r)

  • Bagikan