BTM.CO.ID, BATAM – Ketua Perkumpulan Kekerabatan Sulawesi Selatan (PKSS) Batam, Ahmad Rosano, kembali meluruskan sejumlah pemberitaan media nasional yang dinilainya mencemarkan nama baik dan menyesatkan publik. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam aktivitas impor beras ilegal sebagaimana diberitakan.
Rosano mengatakan klarifikasi ini dilakukan agar informasi tidak berkembang menjadi fitnah dan kesalahpahaman di masyarakat. Menurutnya, pemberitaan yang menyeret namanya tidak memiliki dasar kuat. Jika benar informasi tersebut bersumber dari rilis resmi Kementerian Pertanian, ia menegaskan Kementan harus bertanggung jawab atas pencatutan namanya.
“Kalau memang rilis itu resmi dari Kementan, saya juga akan tuntut Kementan. Dari mana dasar buktinya? Kalau saya pemain beras impor, buktikan—tahan dan penjarakan saya saat ini,” tegasnya kepada btm.co.id dikantor Perkumpulan Kekerabatan Sulawesi Selatan (PKSS) Batam Center senin (1/12/2025)
Ia juga menyayangkan pemberitaan yang menampilkan fotonya bersama Presiden Prabowo Subianto dan kemudian dikaitkan dengan tudingan sebagai pemain impor beras ilegal. Rosano menyebut hal itu sebagai bentuk pemberitaan yang menyesatkan dan memperkeruh opini publik.
“Tidak mungkin beras dilarang impor, saya malah melakukan impor. Foto saya dengan Pak Presiden dipelintir seolah saya pemain beras impor ilegal. Itu sudah melebar ke mana-mana,” ujarnya.
Rosano menegaskan dirinya tidak memiliki hubungan bisnis dengan pihak mana pun terkait perdagangan beras di Kota Batam.
“Saya tidak ada hubungan dengan pemain beras apa pun di Batam. Tidak ada sama sekali,” tegasnya.
Ia juga membantah pernyataan dalam pemberitaan Kompas.com yang mengaitkan dirinya dengan kasus beras ilegal berdasarkan rilis Menteri Pertanian.
“Jadi saya kembali menegaskan bahwa saya sama sekali tidak terlibat di permainan beras impor ilegal seperti yang diberitakan mwdia nasional termasuk Kompas.com atas rilis Menteri Pertanian,” ujarnya.
Rosano menjelaskan bahwa kehadirannya di lokasi kejadian hanya untuk melihat pelabuhan milik penasihat PKSS, H. Zainuddin Sage, bukan untuk mengurus atau terlibat dengan beras maupun sembako yang diamankan petugas.
“Saya enggak ada urusan dengan yang punya barang-barang sembako, enggak ada urusan saya,” tegasnya.
Menurutnya, ia turun langsung ke Pelabuhan Haji Sage, Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, Batam, untuk mewakili H. Zainuddin Sage yang saat itu masih berada di kampung karena harus mengurus keluarga yang sedang sakit.
“Saya turun ke sana itu semata-mata untuk membantu penasihat PKSS karena beliau masih berada di kampung untuk berobat keluarganya yang kurang sehat,” jelasnya.
Dengan tegas, Rosano berharap pemberitaan yang tidak akurat tersebut dapat dihentikan dan media lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi, terutama yang menyangkut nama baik seseorang. (Btm/DDR)










