BTM.CO.ID, BANDUNG – Bobocabin Gunung Mas menerima papan peringatan pengawasan terkait Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menata kawasan wisata Puncak.
Sebagai bagian dari ekosistem pariwisata yang bertanggung jawab, sejak minggu lalu Bobobox telah secara proaktif berkomunikasi dengan perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, dan PT Perkebunan Nusantara I Regional 2 guna membangun kesepahaman serta memperkuat koordinasi antara regulator, mitra, dan Bobobox sebagai operator.
Antonius Bong Co-Founder & President Bobobox mengatakan, Bobobox selalu mengutamakan kepatuhan terhadap regulasi serta prinsip pariwisata berkelanjutan dalam setiap operasional yang dijalankan.
“Komitmen Kami ini juga tercermin dalam pengelolaan Bobocabin Gunung Mas, di mana Bobobox telah melengkapi berbagai perizinan yang diperlukan agar penginapan dapat beroperasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku sejak mulai beroperasi pada tahun 2022”, kata Antonius Bong dalam siaran persnya rabu (19/3/2025)
Bobocabin pertama kali diperkenalkan pada masa pandemi COVID-19 sebagai solusi atas meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata berbasis alam.
“Sejak awal Kami (Bobobox) berupaya menjadi katalisator dalam memperkenalkan lebih banyak destinasi alam Indonesia melalui akomodasi yang dihadirkan. Sejalan dengan itu, Bobobox memastikan bahwa setiap tahap pembangunan kabin dilakukan dengan memperhatikan keberlanjutan ekosistem sekitar, sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan komunitas setempat” ujarnya
Dikatakannya, Dibangun dengan prinsip modularitas dan konsep prefabrikasi, proses pembangunan Bobocabin dilakukan tanpa menggunakan alat berat dan tenaga konstruksi yang ekstensif. Selain itu, rasio lahan yang digunakan untuk pembangunan kabin sangat minim, sehingga sebagian besar area tetap dalam kondisi alami dan memungkinkan air hujan terserap dengan optimal ke dalam tanah. Prinsip ini telah menjadi standar utama yang Bobobox terapkan di semua lokasi Bobocabin, termasuk di Bobocabin Gunung Mas, guna menghadirkan akomodasi yang lebih ramah lingkungan.
Bobobox juga memastikan kepatuhan terhadap Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dengan membatasi jumlah unit di Bobocabin Gunung Mas hingga 30 kabin, demi menjaga kenyamanan tamu serta menghindari kepadatan jumlah pengunjung dalam satu waktu.
Selain menghadirkan pengalaman menginap yang dekat dengan alam, model operasional Bobocabin telah berhasil meningkatkan nilai ekonomi dari optimalisasi lahan dan menciptakan lapangan kerja, dengan lebih dari 80% karyawan Bobocabin Gunung Mas berasal dari komunitas lokal. Selain itu, ekosistem pariwisata yang Bobobox bangun bersama mitra telah berkontribusi pada perputaran ekonomi lokal, dengan total pendapatan tambahan mencapai Rp2,5 miliar. Dampak ini juga tercermin dalam kolaborasi Bobobox dengan 25 mitra F&B dan penyedia aktivitas lokal, yang membantu memperkuat ekosistem usaha di sekitar kawasan wisata.
Bobobox mendukung langkah pemerintah dalam mewujudkan tata kelola destinasi wisata yang lebih baik serta menjaga keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, Bobobox terbuka untuk berkoordinasi guna memastikan keseimbangan antara operasional bisnis yang bertanggung jawab dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata.
Sebagai mitra yang turut menjalankan Kerja Sama Operasional (KSO) dengan PT Perkebunan Nusantara I Regional 2, Bobobox akan senantiasa terlibat dalam kolaborasi penghijauan di kawasan wisata Gunung Mas sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar. Bobobox juga telah bersepakat untuk bekerja sama dalam mendukung tujuan pemerintah, yang mencakup:
- Konservasi lingkungan melalui upaya pelestarian ekosistem di kawasan wisata.
- Pengelolaan lingkungan yang baik dengan menerapkan konsep wisata yang ramah lingkungan, seperti agroforestry, demi menjaga keseimbangan antara pariwisata dan ekosistem alam sekitar.
- Peningkatan ketahanan pangan, dengan mengoptimalkan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
“Bobobox ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan dukungan terhadap Bobocabin Gunung Mas, terutama pelanggan setia Bobobox yang terus mempercayai kami. Dukungan ini menjadi motivasi dan semangat bagi Bobobox untuk terus menghadirkan pengalaman menginap yang nyaman dan bertanggung jawab” ujarnya
Selama proses ini berlangsung, operasional Bobocabin Gunung Mas tetap berjalan seperti biasa. Bobobox juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan operasional Bobobox selaras dengan prinsip keberlanjutan dan regulasi yang berlaku.
Menko Zulkifli Hasan Segel Bobocabin Gunung Mas
Seperti diketahui diberikan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan bersama Menteri Lingkungan Hidup (KLH) yang berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan melakukan pemasangan papan peringatan pengawasan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) pada tiga lokasi di Sentul-Ciawi, Bogor.
Kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan dan pembangunan tidak sesuai regulasi mengancam keseimbangan alam, memicu banjir, longsor, dan kekeringan.
Tiga lokasi yang ditindak antara lain Gunung Geulis Country Club karena tumpukan sampah dan tidak memiliki izin TPS Limbah B3, Summarecon Bogor akibat tidak adanya sedimen trap dan biopori yang menyebabkan sedimentasi sungai, serta PT. Bobobox Aset Management karena pelanggaran izin tata ruang.
“Pangan bisa swasembada jika lingkungan terjaga. Hulu adalah kunci!” Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan diikutip btm.co.id dari Instagram @zul.hasan kamis (13/3/2025).
Langkah tegas ini adalah upaya menjaga kelestarian alam dan ketahanan pangan. Mari bersama-sama bertanggung jawab untuk masa depan yang lebih baik. ( Btm /r/ddr)