Kapolri Hadiri Pembukaan Pameran Nasirun “Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional

  • Bagikan

BTM.CO.ID, JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri pembukaan Pameran Nasirun bertajuk “Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (12/9/2026) malam.

Pameran tersebut menjadi bentuk penghormatan pelukis Nasirun kepada para guru dan perupa pendahulu yang dinilai telah memberikan inspirasi sekaligus membentuk perjalanan keseniannya.

Nasirun dikenal sebagai salah satu pelukis kontemporer Indonesia yang konsisten mengangkat unsur kebudayaan Jawa, spiritualitas, hingga persoalan sosial dalam karya-karyanya.

BACA JUGA:  NEWS VIDEO: Bahlil Larang Ekspor LNG Lewat Singapura, Tegaskan Indonesia Negara Berdaulat

Dalam pameran ini, sejumlah karya dari berbagai periode perjalanan kesenian Nasirun turut ditampilkan.

Di antaranya Persembahan untuk Bathara Guru (1999), Komidi Putar Pasar Malam (2010), Tahta untuk Petruk (2015), Realis yang Semurni-murninya (2018), serta Kopiah Pertama yang Dilukis Nasirun (2023).

BACA JUGA:  MENTAN AMRAN MURKA! Beras SPHP Diduga Dioplos, 8 Pejabat Bulog dan Bapanas Dicopot, Pelaku Diminta Dihukum Mati

Karya-karya tersebut memperlihatkan perjalanan Nasirun dalam memadukan tradisi, spiritualitas, dan refleksi terhadap kehidupan sosial melalui bahasa seni kontemporer.

Pameran “Bersimpuh di Kaki Para Guru” terbuka untuk masyarakat mulai 13 September hingga 11 Oktober 2026.

Masyarakat dapat mengunjungi pameran tersebut pada Selasa hingga Kamis pukul 10.00–18.00 WIB dan Jumat hingga Minggu pukul 10.00–20.00 WIB. Galeri tutup setiap Senin.

BACA JUGA:  Indonesia-Singapura Sepakat Bentuk Satgas Bersama Karhutla, Bidik Aliran Dana Perusahaan "Nakal"

Kehadiran Kapolri dalam pembukaan pameran tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap perkembangan seni dan budaya Indonesia.

Selain itu, kehadiran tersebut juga menunjukkan dukungan terhadap para seniman yang terus merawat warisan budaya, menghormati para pendahulu, serta menghadirkan nilai-nilai tradisi dalam karya yang tetap relevan dengan perkembangan zaman. (Btm/r)

  • Bagikan