BP Batam Buka Data Kebutuhan Air 10 Perusahaan Data Center, Investasi SWRO Capai Rp500 Miliar

  • Bagikan

BTM.CO.ID, BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam memaparkan perkembangan industri pusat data atau data center di Kota Batam, termasuk kebutuhan air bersih untuk mendukung operasional industri yang terus berkembang tersebut.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, melalui unggahan video menjelaskan bahwa saat ini terdapat 10 perusahaan data center yang beroperasi di tiga kawasan industri di Batam.

Ketiga kawasan tersebut yakni Nongsa Digital Park (NDP), Kabil Industrial Estate, dan kawasan Nongsa di Batam.

BACA JUGA:  BP Batam Teken Nota Kesepakatan Pengembangan PSN Wiraraja Green Renewable Energy & Smart-Eco Industrial Park

“Dari 10 perusahaan data center di Batam, enam perusahaan berada di NDP, dua perusahaan di Nongsa, dan dua perusahaan lainnya berlokasi di Kabil Industrial Estate”, Ujarnya.

Ariastuty menjelaskan, pertumbuhan investasi data center tidak hanya membutuhkan infrastruktur teknologi, tetapi juga dukungan pasokan air bersih dan listrik dalam jumlah besar.

Menurutnya, kehadiran industri data center memberikan manfaat ekonomi dan peluang investasi yang besar bagi Kota Batam.

Ia menyebutkan, nilai investasi pembangunan fasilitas data center dapat mencapai sekitar Rp400 miliar hingga Rp500 miliar, dengan kebutuhan air mencapai 300 liter per detik.

BACA JUGA:  BP Batam Berikan Anugerah Investasi 2026, Apresiasi Kontribusi Investor bagi Pembangunan Batam

Sementara itu, pembangunan fasilitas data center membutuhkan waktu sekitar satu hingga tiga tahun.

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, BP Batam bersama sejumlah pihak dijadwalkan melaksanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Fase I berkapasitas 300 liter per detik (LPS), Kamis (5/11/2026).

Proyek ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ketahanan dan ketersediaan air bersih, khususnya dalam mendukung kebutuhan operasional pusat data di kawasan Nongsa dan Kabil.

BACA JUGA:  Li Claudia Tegur Pengusaha Hotel Vista: Menanam Pohon Itu Lama, Menebang Gampang, Mikir!

Pembangunan SWRO tersebut melibatkan Citramas Group, Kabil Integrated Estate, Nongsa Digital Park, serta BP Batam.

Kehadiran proyek ini diharapkan dapat mendukung ketersediaan pasokan air bersih secara berkelanjutan seiring meningkatnya investasi industri digital di Batam.

Dengan berkembangnya industri data center, kesiapan infrastruktur dasar seperti air bersih dan listrik menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing Batam sebagai salah satu tujuan investasi industri digital di Indonesia. (Btm/ddr)

  • Bagikan