BTM.CO.ID, JAKARTA – Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional, khususnya beras, dalam keadaan aman dan terkendali. Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian tersebut berdasarkan data terbaru ketersediaan pangan nasional hingga Maret 2026.
Menurut Amran, total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai 27,99 juta ton. Jumlah tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 324 hari atau sekitar 10,8 bulan ke depan.
“Per Maret 2026, total ketersediaan beras nasional mencapai 27,99 juta ton yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 324 hari atau sekitar 10,8 bulan ke depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, produksi beras nasional juga menunjukkan tren yang positif. Rata-rata produksi berada di kisaran 2,6 hingga 5,7 juta ton per bulan, angka tersebut berada di atas tingkat konsumsi nasional yang berkisar 2,59 juta ton per bulan.
Sementara itu, stok beras pemerintah yang tersimpan di Perum Bulog saat ini mencapai 3,7 juta ton. Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat hingga 5 juta ton dalam dua bulan ke depan, seiring dengan datangnya musim panen raya di berbagai daerah.
Pemerintah juga telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi kekeringan yang dapat mempengaruhi produksi pertanian. Upaya tersebut dilakukan melalui program pompanisasi dan penguatan sistem irigasi, guna memastikan produksi padi tetap stabil.
Dengan produksi yang terus meningkat, stok yang memadai, serta dukungan ketersediaan pupuk, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga dalam kondisi aman dan stabil. (Btm/r)








