Baru Sepekan Menjabat, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Korupsi Tambang Nikel

  • Bagikan

BTM.CO.ID, JAKARTA – Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung) menetapkan Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola usaha pertambangan nikel di wilayah Sulawesi Utara.

Penetapan tersangka tersebut disampaikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Syarief Sulaeman Nahdi. Ia menyebutkan, Hery diduga memiliki peran dalam pengaturan penerbitan surat rekomendasi terhadap sejumlah perusahaan tambang.

“Yang bersangkutan diduga memiliki peran dalam pengaturan rekomendasi yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan nikel,” ujar Syarief dalam keterangannya kamis (16/4/2026).

BACA JUGA:  Beras Subsidi SPHP Diduga Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran: Ini Biadab, Minta Pelaku Dihukum Mati!

Kasus ini berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam tata kelola usaha pertambangan nikel yang melibatkan berbagai pihak. Hingga saat ini, penyidik Kejagung masih terus mendalami aliran dana serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.

BACA JUGA:  OPINI: Biang Kerok Mahasiswa Gadungan di Bundaran HI, Mengapa Raffi Ahmad Ikut Menanggung Beban?

Penetapan Hery sebagai tersangka menjadi sorotan publik, mengingat posisinya sebagai pimpinan lembaga negara yang memiliki tugas mengawasi pelayanan publik. Terlebih, ia baru saja menjabat sebagai Ketua Ombudsman RI.

Kejagung menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas perkara ini secara transparan dan profesional. Penyidik juga membuka peluang adanya tersangka baru seiring perkembangan penyidikan.

BACA JUGA:  Jemaah Umrah Diminta Pilih Penerbangan Langsung ke Arab Saudi, Hindari Transit di Singapura dan Malaysia

Sementara itu, dai kondang Das’ad Latif turut menyoroti kasus tersebut melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

“Belum sepekan dilantik, sudah diborgol dengan rompi tahanan Kejagung,” tulisnya.

Ia juga menilai praktik korupsi di Indonesia sudah berada pada kondisi yang sangat mengkhawatirkan.

“Korupsi di Indonesia memang sudah stadium sangat parah,” ujarnya. (Btm/ddr)

  • Bagikan