Presiden Prabowo Instruksikan Transformasi Menyeluruh PLN, Blackout Batam Jadi Sorotan Keandalan Listrik

  • Bagikan

BTM.CO.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan transformasi menyeluruh PT PLN (Persero), mulai dari pembenahan model bisnis, peningkatan efisiensi dan produktivitas, hingga percepatan penggunaan panel surya berkapasitas 100 gigawatt (GW).

Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pertemuan bersama Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Suroso Isnandar di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Instruksi ini menjadi perhatian di tengah persoalan keandalan pasokan listrik, termasuk blackout yang melanda Batam pada Senin (12/10/2026). Gangguan tersebut menyebabkan pemadaman listrik selama lebih dari 11 jam di sejumlah wilayah.

Rosan Roeslani mengatakan, Presiden Prabowo meminta agar transformasi PLN dipercepat sehingga perusahaan pelat merah tersebut mampu memberikan pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tanggap.

“Kita membicarakan bagaimana pertama mengakselerasi transformasi di PLN untuk menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih tanggap, dan juga mengakselerasi penggunaan 100 GW solar panel,” ujar Rosan kepada awak media.

BACA JUGA:  Video Pengeroyokan Warga Jabar Viral, Polsek Sagulung Batam Gerak Cepat Ciduk 2 Terduga Pelaku

Menurut Rosan, salah satu fokus utama transformasi adalah pembenahan model bisnis PLN agar pengelolaan perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien.

Pemerintah meminta rancangan transformasi tersebut segera disusun dan dipaparkan kepada Presiden untuk ditindaklanjuti.

“Kita juga diminta oleh Bapak Presiden agar transformasi di PLN ini, terutama dari segi bisnis modelnya, dibuat dan segera dipaparkan kepada beliau untuk segera kita tindaklanjuti,” ungkapnya.

Sementara itu, blackout yang melanda Batam pada Senin (12/10/2026) menjadi persoalan yang membutuhkan evaluasi serius terhadap keandalan sistem kelistrikan.

Gangguan listrik di Batam disebut berkaitan dengan gangguan pada gardu listrik yang mengakibatkan pemadaman. Penyebab pasti gangguan tersebut masih ditelusuri secara menyeluruh.

Saat ini, layanan kelistrikan di Batam telah kembali pulih. Sementara itu, pemulihan pasokan listrik di wilayah Bintan dan sejumlah wilayah lainnya dilakukan secara bertahap.

BACA JUGA:  NEWS VIDEO: Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan Hadiri Tepuk Tepung Tawar Kabareskrim Polri dan Kapolda Kepri

Penelusuran penyebab gangguan diperlukan untuk mengetahui sumber persoalan sekaligus menjadi dasar perbaikan agar kejadian serupa tidak kembali mengganggu aktivitas masyarakat dan dunia usaha.

Selain pemulihan layanan, kompensasi bagi masyarakat yang terdampak juga menjadi bagian dari perhatian dalam penanganan gangguan tersebut.

Rosan menjelaskan, Danantara akan berkoordinasi dengan jajaran PLN untuk melakukan kajian menyeluruh terhadap model bisnis dan operasional perusahaan.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas sekaligus mengurangi beban subsidi.

“Nanti kami dari Danantara tentunya akan duduk dengan tim dari PLN agar transformasi ini bisa dilakukan secara menyeluruh, sehingga ini juga bisa mengurangi subsidi atau dalam rangka meningkatkan efisiensi dan juga produktivitas di PLN,” jelas Rosan.

Ia menambahkan, evaluasi model bisnis akan dilakukan untuk memastikan pengelolaan PLN semakin tepat sasaran dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional.

BACA JUGA:  Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan Tampung Aspirasi Warga yang Demo Air Bersih di Depan KEK Nongsa

Pemerintah juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan PLN dalam menghadapi kondisi darurat, termasuk penyempurnaan rencana cadangan atau backup plan untuk menjaga keandalan pasokan listrik di seluruh Indonesia.

Menurut Rosan, PLN sebenarnya telah memiliki mekanisme antisipasi untuk menghadapi situasi krisis. Namun, mekanisme tersebut masih perlu disempurnakan.

“Pasti sudah ada, tapi yang itu perlu disempurnakanlah,” tegasnya.

Percepatan transformasi PLN diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi bisnis dan penggunaan energi terbarukan, tetapi juga memperkuat keandalan pasokan listrik.

Bagi Batam sebagai salah satu pusat industri dan investasi di Kepulauan Riau, keandalan listrik menjadi faktor penting untuk menjaga aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan kepercayaan investor.

Evaluasi menyeluruh terhadap penyebab blackout, peningkatan sistem pengamanan jaringan, serta kesiapan menghadapi gangguan menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat layanan kelistrikan ke depan. (Btm/r/ddr)

  • Bagikan