Amsakar Paparkan Capaian Pembangunan Batam, Kemiskinan Turun Jadi 3,81 Persen

  • Bagikan

BTM.CO.ID, BATAM – Wali Kota Batam Amsakar Achmad memaparkan sejumlah capaian program prioritas Pemerintah Kota (Pemko) Batam di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra. Mulai dari penurunan angka kemiskinan, bantuan pendidikan, hingga pertumbuhan ekonomi yang mencapai 7,28 persen pada semester pertama.

Amsakar menegaskan, pembangunan Kota Batam tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), perlindungan sosial, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Di bidang pendidikan, Pemko Batam telah menyalurkan 105.670 paket seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP negeri maupun swasta selama dua tahun anggaran.

Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan beasiswa bagi 48 mahasiswa asal Batam yang menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi negeri.

Sementara di sektor kesehatan, Pemko Batam mencatat capaian Universal Health Coverage (UHC) sebesar 98 persen. Capaian ini memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan melalui program jaminan kesehatan, termasuk pemanfaatan KTP sesuai ketentuan kepesertaan yang berlaku.

BACA JUGA:  Batam Kue Bulan Fest 2026 Meriah, Wisman Singapura dan Malaysia Ikut Menikmati Perayaan Budaya

“Jika sebelumnya konsentrasi kita lebih banyak pada pembangunan infrastruktur, sekarang kita juga bertransformasi pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Saya yakin, jika ingin melihat Batam hebat pada masa depan, kita harus mencetak dan menyiapkan SDM-nya sejak hari ini,” tutur Amsakar.

Di bidang perlindungan sosial, Pemko Batam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 7.000 nelayan dan pekerja rentan.

Pemerintah juga meningkatkan bantuan bagi 4.000 lanjut usia (lansia) menjadi Rp400.000 per bulan.

Adapun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, program pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) direalisasikan melalui penyaluran bantuan permodalan senilai Rp1,3 miliar kepada 1.500 pemohon.

Di sektor ketenagakerjaan, Pemko Batam menyelenggarakan pelatihan vokasi bagi 4.433 peserta untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas kesempatan kerja.

Pemko Batam juga menjalin kesepakatan dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang memuat ketentuan kuota minimal 20 persen tenaga kerja lokal di 30 perusahaan mitra.

Berbagai program tersebut berjalan seiring dengan perbaikan sejumlah indikator pembangunan di Kota Batam.

BACA JUGA:  Amsakar Jemput Aspirasi Warga Bengkong, Banjir dan Air Bersih Jadi Sorotan

Amsakar menyebutkan, angka kemiskinan di Batam mengalami penurunan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen.

“Pertumbuhan ekonomi kita pada semester pertama mencapai 7,28 persen. Ini merupakan pertumbuhan terbesar dalam lima tahun terakhir. Indeks Pembangunan Manusia kita juga berada pada angka 83,8 dengan kategori sangat tinggi, yang turut mengantarkan Kepulauan Riau menjadi provinsi dengan IPM terbaik ketiga di Indonesia,” jelasnya.

Selain memaparkan capaian pembangunan, Amsakar juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga ketersediaan air baku di Kota Batam.

Ia meminta warga menjaga kawasan tangkapan air atau catchment area serta menggunakan air bersih secara bijak dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, persoalan air bersih di Batam cukup kompleks karena berkaitan dengan kondisi jaringan perpipaan yang telah berusia puluhan tahun serta penurunan debit air waduk.

“Persoalan air bersih ini sangat kompleks karena kita berhadapan dengan jaringan perpipaan yang sudah berusia puluhan tahun dan penurunan debit air waduk. Karena itu, saya memohon kerja sama warga untuk menjaga kawasan tangkapan air dan menghemat penggunaan air bersih di rumah tangga,” tegasnya.

BACA JUGA:  Amsakar: Pembangunan Batam Butuh Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Mengakhiri pertemuan, Amsakar mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Ia mengingatkan warga agar memeriksa sumber dan memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya di media sosial.

Amsakar juga menegaskan, berbagai capaian pembangunan dan penghargaan yang diraih Kota Batam merupakan hasil kerja bersama pemerintah dan masyarakat.

“Pencapaian dan berbagai penghargaan yang diraih Kota Batam bukan milik pribadi Amsakar atau Li Claudia, melainkan hasil kerja keras seluruh warga Batam,” ujarnya.

Ia juga memohon doa dan dukungan masyarakat agar pemerintah dapat terus menjalankan program pembangunan sesuai komitmen yang telah disampaikan.

“Kami memohon doa agar senantiasa diberikan kesehatan, keteguhan hati untuk tetap berada di jalur yang benar, serta kemampuan menuntaskan seluruh janji program pembangunan demi kemajuan Kota Batam,” tutupnya. (Btm/r)

  • Bagikan