TAJUK REDAKSI: Membaca Kritik Endipat Wijaya: Negara Hadir Tapi Tak Terviralkan, Komdigi Kemana?

  • Bagikan

BTM.CO.ID, BATAM – Pernyataan Anggota Komisi I DPR RI, Endipat Wijaya, yang sempat menimbulkan polemik di media sosial, sesungguhnya mengarah pada kritik terhadap kinerja Komunikasi Digital (Komdigi) pemerintah dalam menyampaikan informasi penanganan bencana, bukan kepada relawan atau donatur.

Klarifikasi yang disampaikan Endipat mempertegas bahwa apresiasi setinggi-tingginya tetap diberikan kepada relawan yang telah bergerak cepat membantu masyarakat Sumatera.

Dalam konteks pemberitaan, Redaksi melihat bahwa kritik tersebut tepat sasaran. Komdigi memang perlu memperkuat publikasi yang berimbang mengenai langkah-langkah negara dalam menangani bencana.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pemerintah telah mengerahkan anggaran besar, personel, logistik, hingga posko evakuasi. Namun, kerja besar ini sering kali tidak terdengar karena minimnya komunikasi publik yang efektif.

BACA JUGA:   Polda Kepri Gelar Sundang Sakti Fun Run dalam Rangka HUT ke-80 Korps Brimob Polri

Sementara itu, bantuan relawan termasuk aksi seorang influencer yang menyumbangkan Rp10 miliar dan baru sekali terjun ke Aceh lebih cepat viral di media sosial.

Bagi Redaksi, inti kritik Endipat adalah bahwa kehadiran pemerintah selalu ada, namun jarang terekspos. Hal ini menimbulkan persepsi keliru seolah negara lambat atau abai, padahal fakta lapangan menunjukkan sebaliknya.

Redaksi juga menilai penting untuk mengingatkan para influencer dan pembuat konten agar tidak membangun opini berdasarkan potongan video pendek yang terlepas dari konteks

BACA JUGA:   Silaturahmi dengan Masyarakat Kecamatan Moro dan Buru, Rudi Berbagi Pengalaman Membangun Batam

Penyebaran narasi tanpa klarifikasi resmi hanya akan memperkeruh situasi dan menciptakan kesalahpahaman di tengah upaya pemulihan bencana.

Alangkah lebih elok jika video ditampilkan secara utuh, lengkap dengan konteks rapat yang membahas perbandingan efektivitas komunikasi pemerintah dan publik.

Meski demikian, Redaksi memahami bahwa pernyataan Endipat dalam rapat Komisi I DPR memang terkesan menempatkan bantuan pemerintah dan masyarakat dalam posisi perbandingan yang tidak perlu. Hal inilah yang kemudian memicu sentimen negatif di ruang digital.

Namun langkah Endipat untuk meminta maaf dan memberikan klarifikasi patut diapresiasi. Sikap kesatria ini menunjukkan bahwa ia tidak sedang mengejar pencitraan, tetapi ingin meluruskan narasi demi kepentingan publik dan bangsa.

BACA JUGA:   Pilgub Kepri 2024, Tim Pemenangan Muhammad Rudi - Aunur Rafiq Siap Bekerja Maksimal Raih Suara Terbanyak

Dalam kondisi bencana, yang dibutuhkan adalah kebersamaan, kolaborasi, serta informasi yang akurat bukan perdebatan yang memperkeruh suasana.

Redaksi menekankan bahwa penanganan bencana adalah kerja bersama. Relawan bekerja dengan hati, negara bekerja dengan kewajiban. Keduanya tidak boleh dipertentangkan, tetapi saling melengkapi

Saatnya semua pihak, termasuk Komdigi, melaksanakan perannya secara maksimal agar publik mendapatkan gambaran yang utuh dan benar mengenai kehadiran negara di saat rakyat membutuhkan. (BTM/Redaksi)

  • Bagikan