PT Tri Tunas Bangun Perkasa Tunas Group Raih Penghargaan Investasi Properti Terbesar di Batam

  • Bagikan

Kawasan industri tersebut terus berkembang dan menjadi salah satu kawasan industri yang menopang aktivitas bisnis di wilayah Batam Center.

Pada 2006, Tunas Group memperluas lini bisnisnya ke sektor pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan energi para penyewa di kawasan industri yang dikelolanya.

Ekspansi kemudian berlanjut ke sektor properti dan kawasan komersial melalui pengembangan Tunas Regency, yang menghadirkan kawasan hunian dan rumah toko (ruko) untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal maupun tempat usaha masyarakat.

Tidak hanya berfokus di Batam, Tunas Group juga memperluas bisnis ke wilayah lain. Pada 2012, perusahaan mengembangkan bisnis pergudangan dan pusat distribusi di kawasan Daan Mogot, Jakarta. Ekspansi berikutnya dilakukan melalui pengembangan Tunas Bitung pada 2014.

Portofolio bisnis grup ini juga mencakup sektor pusat perbelanjaan melalui pengembangan Grand Batam Shopping Mall, yang menjadi salah satu pusat perbelanjaan utama di Kota Batam.

BACA JUGA:  Jaga Ketersediaan Air Baku Batam, BP Batam Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Dengan diversifikasi usaha tersebut, Tunas Group mengembangkan bisnis dari kawasan industri dan pergudangan hingga properti, kawasan komersial, energi, dan pusat perbelanjaan.

Perusahaan mengusung visi Building The Future for Generations to Come, yang mencerminkan komitmen untuk membangun usaha secara berkelanjutan dan menciptakan nilai bagi generasi mendatang.

BP Batam Optimistis Target Investasi Rp70 Triliun Tercapai

Anugerah Investasi BP Batam 2026 mengusung tema The Rise of Bandar Dunia Madani: Merawat Kepercayaan, Merayakan Transformasi.

Ajang ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada para investor, baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN), yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Batam.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, serta Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.

BACA JUGA:  Li Claudia Sebut Izin Cut and Fill Bukit Hotel Vista Terbit Sebelum Kepemimpinannya, Siapa Penerbitnya?

Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua DPRD Kota Batam, para deputi dan pejabat tinggi BP Batam, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kota Batam.

Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa keunggulan geografis menjadi salah satu modal utama Batam dalam menarik investasi, meskipun daerah ini memiliki keterbatasan sumber daya alam.

Menurutnya, potensi geografis tersebut harus dimaksimalkan untuk menciptakan nilai tambah sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pusat industri yang kompetitif.

“Batam memiliki keterbatasan sumber daya alam, tetapi di sisi lain Batam ditakdirkan memiliki keunggulan geografis yang luar biasa. Bagaimana kita menciptakan nilai tambah dari geografis Batam ini? Tidak keliru Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas,” ujar Amsakar.

BACA JUGA:  Rekrutmen BP Batam: Formasi Administrasi Diserbu 1.354 Pendaftar, Analis Infrastruktur Air Hanya 6 Orang

Ia juga mengungkapkan bahwa realisasi investasi Batam telah mendekati Rp60 triliun. Sementara itu, target investasi sepanjang 2026 ditetapkan sebesar Rp70 triliun.

“Kontribusi Batam terhadap investasi bagi negara sangat besar. Investasi di Batam sudah mendekati Rp60 triliun. Target tahun 2026 sebesar Rp70 triliun. Saya optimistis dapat terwujud,” katanya.

Melalui Anugerah Investasi 2026, BP Batam berharap kepercayaan investor terus terjaga dan semakin banyak pelaku usaha yang menanamkan modal serta mengembangkan bisnisnya di Batam.

Penghargaan yang diraih PT Tri Tunas Bangun Perkasa di bawah naungan Tunas Group menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap pelaku usaha yang turut mengambil bagian dalam perkembangan sektor properti dan iklim investasi di Kota Batam. (Btm/ddr)

  • Bagikan