59 Tanaman Bugenvil di Batam Rusak dan Hilang, BP Batam Akan Tindak Pelaku

  • Bagikan

BTM.CO.ID, BATAM – Sebanyak 59 tanaman bugenvil di sejumlah titik penataan kota di Batam mengalami kerusakan. Dari total tersebut, 13 tanaman dilaporkan hilang diduga dibawa kabur, sementara lainnya ditemukan tercabut dan dibuang ke sekitar saluran parit.

Hingga kini, belum diketahui pasti pelaku maupun motif di balik aksi perusakan tanaman bugenvil tersebut. Namun, BP Batam memastikan akan memperketat pengawasan dan menindak pelaku vandalisme yang merusak fasilitas penghijauan kota.

Menanggapi kejadian itu, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait mengecam keras aksi perusakan yang diduga dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK), Selasa (19/5/2026).

BACA JUGA:  BP Batam Siapkan Teknologi SWRO Ubah Air Laut Jadi Air Industri di NDP, Investasi Baru Mengalir ke Batam

Menurut Ariastuty, aksi vandalisme tersebut merugikan upaya pemerintah dalam mempercantik dan menata wajah kota. Ia menilai, tanaman bugenvil yang ditanam merupakan bagian dari program penghijauan dan estetika kota yang tengah digencarkan BP Batam.

“Kami sangat menyesalkan terjadinya perusakan terhadap tanaman bugenvil yang telah ditanam sebagai bagian dari upaya mempercantik Kota Batam. Tindakan seperti ini tidak dapat ditoleransi dan telah mencederai semangat kolektif di tengah komitmen pemerintah untuk menjadikan Batam sebagai kota modern yang estetik, hijau, dan nyaman bagi seluruh masyarakat maupun para investor yang datang,” ujar Tuty, sapaan akrabnya.

BACA JUGA:  BP Batam dan Panbil Group Bahas Percepatan Investasi PSN Tanjung Sauh dan Ngenang

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima, kerusakan tanaman terjadi di beberapa titik penataan kota. Selain 13 tanaman yang hilang, sebagian lainnya ditemukan dalam kondisi tercabut dan dibuang di sekitar drainase maupun parit.

Ariastuty juga mengungkapkan bahwa sebelumnya aksi serupa turut menyebabkan kerusakan terhadap ratusan tanaman jati emas yang telah ditanam pemerintah.

BACA JUGA:  BP Batam Pulihkan Bekas Tambang Pasir Ilegal, Perusak Lingkungan Akan Diberi Sanksi Tegas

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program penghijauan yang dijalankan di bawah arahan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan memperindah wajah Batam.

“Keindahan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif seluruh warga,” katanya.

BP Batam memastikan akan segera melakukan penanganan terhadap tanaman yang rusak sekaligus memperketat pengawasan di sejumlah titik penataan kota guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (btm/r/DDR)

  • Bagikan