Dari Batam ke Dunia, PT Esun Bangun Industri Berkelanjutan Berbasis Kepatuhan, Pekerjakan 2.000 Pekerja

  • Bagikan
Suasana Ribuan pencari kerja di PT Esun Internasional Utama Indonesia, Kota Batam, Kepulauan Riau beberapa waktu lalu - btm.co.id/ Ist

BTM.CO.ID, BATAM – Dalam peta industri Indonesia, Batam menempati posisi strategis: jembatan ekonomi antara Asia Tenggara dan dunia. Di kawasan perdagangan bebas ini, berdiri perusahaan yang menjadi simbol investasi berkelanjutan sekaligus penggerak tenaga kerja lokal. PT Esun, namanya.

Sejak berdiri pada 2017, Esun menjadi salah satu industri padat karya yang tumbuh di bawah regulasi Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (FTZ) Batam. Dengan izin resmi dari BP Batam yang diperbarui pada 2021, perusahaan ini menjadikan kepatuhan terhadap hukum dan tata kelola industri sebagai fondasi utama.

“Kepatuhan bukan beban, tapi dasar kepercayaan. Semua aktivitas kami berlangsung sesuai izin BP Batam. Kami bekerja dengan keterbukaan dan integritas,” ujar Ardian, Manajer Senior PT Esun.

BACA JUGA:   TNI AU di Batam Gelar Upacara Peringati HUT TNI AU ke-77 Tahun 2023 di Mako Lanud Hang Nadim

Menanamkan Nilai Keberlanjutan

Beroperasi di sektor industri pengolahan ekspor, PT Esun mengimpor bahan baku dari luar negeri untuk diolah menjadi produk bernilai tinggi sebelum kembali diekspor. Seluruh proses dilakukan dengan standar lingkungan yang ketat, memastikan tidak ada limbah industri yang mencemari wilayah Indonesia.

Perusahaan secara rutin melaksanakan UKL-UPL (Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan), melakukan uji kualitas udara dan air setiap enam bulan, serta menyerahkan laporan ke instansi terkait.

Komitmen ini mencerminkan kesadaran Esun terhadap prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) yang kini menjadi tolok ukur global industri hijau.

“Kami percaya, masa depan industri ditentukan oleh seberapa bertanggung jawab kita terhadap bumi. Produktivitas dan keberlanjutan harus berjalan seiring,” tambah Ardian lagi.

BACA JUGA:   Pasar Murah, Bulog Kota Batam Bersama Polresta Barelang Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok

Memberdayakan 2.000 Tenaga Kerja

Lebih dari 2.000 tenaga kerja kini menjadi bagian dari keluarga besar Esun. Jika dihitung dengan keluarganya, sekitar 6.000 jiwa menggantungkan kehidupan pada keberlangsungan perusahaan ini.

Selain menggeliatkan ekonomi lokal, Esun juga berperan aktif dalam menjaga kesejahteraan pekerja melalui sistem upah layak, jaminan sosial, dan kesempatan pengembangan diri.

Setiap tahun, perusahaan menyalurkan Rp98 miliar untuk gaji, Rp14 miliar pajak, Rp30 miliar partisipasi BPJS, dan mencatat investasi akumulatif senilai Rp50 miliar sejak berdiri.

“Dari operator kini saya bisa membiayai kuliah anak. Perusahaan memberi ruang tumbuh bagi kami,” tutur Dedi, salah seorang karyawan.

BACA JUGA:   Ketua DPRD Batam Nuryanto Ajak Masyarakat Ikuti Aturan PPKM Mikro yang Sudah Disepakati

Kebijakan humanistik itu menjadi bagian dari strategi Esun membangun loyalitas dan produktivitas karyawan. Bagi perusahaan, keberlanjutan bisnis tak mungkin tercapai tanpa kesejahteraan pekerja.

Menjawab Ujian dengan Dialog

Akhir September lalu, Esun menghadapi ujian. Impor bahan baku perusahaan sempat dihentikan sementara dalam rangka pengawasan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Alih-alih defensif, manajemen memilih pendekatan kolaboratif — membuka pintu komunikasi, menyampaikan data, dan bersedia menjalani proses pembinaan.

“Kami siap memperbaiki setiap kekurangan teknis, karena kami percaya pembinaan lebih produktif daripada sanksi. Yang penting, jangan sampai niat baik dan investasi sehat terhenti karena salah persepsi,” tegas Ardian.

  • Bagikan