NEWS VIDEO: Cerita Warga Pulau Kasu, Peran Iman Sutiawan dalam Pembangunan Masjid dan Pesantren Hasil Gotong Royong yang Dituding Proyek Siluman

  • Bagikan

BTM.CO.ID, BATAM – Masyarakat Pulau Kasu, Kecamatan Belakang Padang, mengapresiasi peran Anggota DPRD Kepulauan Riau, Iman Sutiawan, yang dinilai telah memberikan bantuan nyata dalam pembangunan masjid dan pesantren yang dilakukan secara swadaya melalui semangat gotong royong masyarakat.

Warga menuturkan, pembangunan masjid dan pesantren di Pulau Kasu telah berlangsung secara bertahap sejak tahun 2018 hingga saat ini. Seluruh proses pembangunan dilakukan dengan mengandalkan sumbangan masyarakat serta para dermawan yang memiliki kemampuan lebih.

Menurut tokoh masyarakat setempat, Iman Sutiawan menjadi salah satu sosok yang turut membantu perjuangan warga dalam mewujudkan pembangunan fasilitas keagamaan tersebut.

“Saat itu Pak Iman Sutiawan bahkan menjual mobilnya untuk membantu pembangunan masjid dan pesantren. Beliau sudah berkorban, tetapi justru difitnah,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Pulau Kasu.

Selain dikenal peduli terhadap masyarakat hinterland, Iman Sutiawan juga dinilai aktif memperjuangkan berbagai kebutuhan masyarakat pesisir dan nelayan di wilayah Kepulauan Riau.

BACA JUGA:  Sebelum Demo, Warga Pulau Kasu Tantang Yusril Koto Datang Langsung, Ini Pembangunan Masjid dan Pesantren Hasil Gotong Royong, Bukan Proyek Siluman

Warga menyebut perhatian tersebut terlihat dari berbagai upaya yang dilakukan untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat serta membantu menyuarakan persoalan yang dihadapi nelayan, termasuk terkait kebutuhan bahan bakar subsidi.

Pernyataan tersebut disampaikan masyarakat Pulau Kasu sebagai respons terhadap unggahan Ketua LIRA Kepri, Yusril Koto, yang menyebut adanya dugaan “proyek siluman” di wilayah mereka.

Pernyataan sikap masyarakat itu diunggah melalui media sosial TikTok oleh akun @alelback. Warga menegaskan bahwa pembangunan masjid, pesantren, dan berbagai fasilitas sosial di Pulau Kasu merupakan hasil swadaya masyarakat yang dibangun secara bergotong royong, bukan proyek fiktif maupun proyek yang tidak jelas asal-usulnya.

Sejumlah tokoh masyarakat, pemuda, dan perwakilan Forum RT/RW Pulau Kasu mengaku kecewa karena menilai istilah “proyek siluman” telah mencoreng nama baik masyarakat serta menimbulkan kesan seolah-olah pembangunan yang dilakukan melanggar aturan.

BACA JUGA:  Polda Kepri Pastikan Batam Aman dan Kondusif, Masyarakat serta Investor Diminta Tak Terprovokasi Isu Aksi Demo Juli

“Kami membangun masjid dan pesantren ini dari sumbangan masyarakat Pulau Kasu yang memiliki rezeki lebih. Gotong royong dilakukan bersama-sama, sementara lahan pembangunan merupakan hibah dari H. Muslim atau Pak Elo,” ujar salah seorang tokoh masyarakat.

Warga juga mengundang Yusril Koto untuk datang langsung ke Pulau Kasu guna melihat kondisi sebenarnya dan menelusuri proses pembangunan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Kami mengundang Ketua LIRA Kepri datang ke Pulau Kasu. Silakan periksa dan telusuri bagaimana pembangunan ini dilakukan,” katanya.

Perwakilan Forum RT/RW Pulau Kasu, Dani, menegaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan perjuangan panjang masyarakat yang telah berlangsung sejak 2018 dan masih berlanjut hingga sekarang.

“Kami yang menyaksikan langsung pembangunan di Pulau Kasu. Perjuangan ini dimulai sejak tahun 2018 hingga 2026 dan masih terus berjalan. Ini bukan pekerjaan yang baru dilakukan sekarang. Atas ucapan dan tudingan proyek siluman tersebut, kami meminta pertanggungjawaban,” ujar Dani.

BACA JUGA:  Pelaku Penusukan di Pesona Asri Batam Kota Ditangkap Polisi, Korban Alami Tujuh Luka Tusuk

Ia menambahkan, apabila tidak ada itikad baik untuk memberikan klarifikasi, masyarakat siap menempuh langkah lanjutan.

“Kalau tidak ada itikad baik, kami akan datang berunjuk rasa ke Kantor LIRA Kepri di Batam,” tegasnya.

Sementara itu, aksi penyampaian aspirasi masyarakat Pulau Kasu yang digelar pada Senin (15/6/2026) mendapat pengamanan dari Polresta Barelang.

Sebanyak 240 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan sekitar 1.050 peserta aksi yang mendatangi kantor LIRA Kepulauan Riau di kawasan Grand BSI, Batam Kota.

Pengamanan dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polresta Barelang, AKP Arbi Guna Bimantara, guna memastikan kegiatan berlangsung aman dan kondusif. (BTM/DDR)

  • Bagikan