Survei Pilwako Batam 2029: Amsakar Masih Teratas, Li Claudia Terus Menanjak

  • Bagikan
Pasangan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra (pasangan ASLI) No urut 2 di Pilwako Kota Batam tahun 2024 - btm.co.id/ist

BTM.CO.ID, BATAM – Simulasi survei elektabilitas Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Batam 2029 menunjukkan persaingan mulai mengerucut pada sejumlah nama kuat. Dalam Survei Keputusan Kedai Kopi tersebut, nama Amsakar Achmad masih menempati posisi teratas dengan tingkat keterpilihan sebesar 28,5 persen.

Namun, perhatian publik tertuju pada tren kenaikan elektabilitas Li Claudia Chandra yang kini berada di posisi kedua dengan 19,5 persen atau selisih sekitar 9 persen dari Amsakar.

Sementara itu, Ria Saptarika berada di posisi ketiga dengan raihan 13,2 persen. Ketiga nama tersebut dinilai menjadi kandidat paling kompetitif apabila Pilwako Batam digelar hari ini.

BACA JUGA:  Kombes Manang Soebeti Bongkar Dugaan Pinjol Ilegal BAFI Group di Batam, Promosi Libatkan Influencer Okto Siagian

Di bawah tiga besar, sejumlah nama lain masih mencatat tingkat keterpilihan di bawah 11 persen. Diki Wijaya memperoleh 10,6 persen, disusul Yunus Muda 6,1 persen, Suryani 4,2 persen, Caknur 3,1 persen, Randi Zumariadi 2,3 persen, Jefridin Hamid 1,6 persen, dan Aweng Kurniawan 0,9 persen.

Grafis survei diterima btm.co.id sabtu (2/5/2026) juga menampilkan simulasi head to head tiga besar yang memperlihatkan posisi Amsakar tetap unggul, diikuti Li Claudia dan Ria Saptarika.

BACA JUGA:  Influencer Batam Okto Siagian Klarifikasi Usai Promosikan Pinjol Ilegal: Akui Salah Ambil Keputusan

Dalam keterangan survei disebutkan bahwa hasil tersebut merupakan simulasi preferensi masyarakat Batam yang disusun berdasarkan survei online dengan margin of error sekitar ±2,83 persen.

Survei itu juga menyebut hasil masih sangat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan politik serta intensitas sosialisasi para kandidat menjelang Pilkada 2029.

Selain mengukur elektabilitas tokoh, survei turut memetakan isu utama yang dianggap paling memengaruhi pilihan masyarakat. Masalah lapangan kerja dan ekonomi menjadi perhatian terbesar dengan angka 29 persen.

BACA JUGA:  Imigrasi Amankan 29 WNA Asal Tiongkok di Proyek Apartemen Marina City Diduga Langgar Izin Tinggal

Kemudian disusul biaya hidup dan harga kebutuhan pokok sebesar 20 persen, transportasi dan infrastruktur 16 persen, pendidikan dan kesehatan 13 persen, serta tata kelola pemerintahan sebesar 8 persen.

Adapun dari sisi wilayah, Batam Kota disebut menjadi basis pemilih rasional sekaligus pusat pemerintahan. Nongsa dan Batu Ampar dinilai kuat sebagai kawasan industri, sedangkan Sekupang dan Belakang Padang didominasi pemilih tradisional.

Sementara itu, Bengkong dan Batu Aji disebut sebagai kawasan perumahan dengan dominasi pemilih milenial yang dinilai cukup dinamis dalam menentukan pilihan politik. (Btm/ddr).

  • Bagikan