TAJUK REDAKSI: Listrik Mati, Air Pun Mati! Air Batam Hulu Perlu Genset Cadangan

  • Bagikan
Foto ilustrasi dihasilkan artificial intelligence (AI) - btm.co.id

PT Air Batam Hulu juga perlu menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen energi, kesiapan peralatan, dan standar operasional saat terjadi keadaan darurat.

Jangan sampai setiap kali listrik padam, masyarakat harus kembali menghadapi persoalan yang sama: air ikut berhenti mengalir.

Jangan Menunggu Gangguan Berikutnya

Gangguan listrik pada Senin pagi itu seharusnya menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mengevaluasi ketahanan infrastruktur dasar di Batam.

PLN Batam perlu terus memperkuat keandalan sistem kelistrikan. Di sisi lain, pengelola air bersih juga harus memastikan bahwa layanan kepada masyarakat tidak sepenuhnya rentan terhadap gangguan pasokan energi.

Keduanya memiliki peran berbeda, tetapi masyarakat merasakan dampak akhirnya secara langsung.

Air bersih bukan layanan pelengkap. Air adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi setiap hari. Karena itu, kesiapan menghadapi keadaan darurat semestinya menjadi bagian dari standar pelayanan, bukan sekadar respons setelah gangguan terjadi.

Redaksi Manila, PT Air Batam Hulu perlu membuka evaluasi mengenai kesiapan genset, sistem cadangan energi, dan strategi menjaga operasional pompa saat listrik padam. Jika masih terdapat fasilitas vital yang belum memiliki dukungan energi cadangan memadai, penyusunan rencana perbaikan harus menjadi prioritas.

Sebab, ukuran keberhasilan pelayanan publik bukan hanya seberapa cepat layanan pulih setelah gangguan, tetapi juga seberapa siap pengelola mencegah gangguan tersebut melumpuhkan kebutuhan dasar masyarakat.

Listrik boleh padam karena gangguan teknis. Namun, ketahanan layanan air bersih tidak boleh dibiarkan tanpa perencanaan. Batam membutuhkan sistem pelayanan yang tangguh, bukan sekadar menunggu listrik kembali menyala agar air kembali mengalir. (Redaksi)

  • Bagikan
Exit mobile version