BTM.CO.ID, BATAM – Sekitar 80 peserta asal Johor, Malaysia, menjelajahi sejumlah destinasi unggulan Kota Batam melalui Rally Wisata 2026, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga Sabtu (22/8/2026) tersebut bukan ajang adu kecepatan, melainkan dikemas sebagai perjalanan wisata yang memadukan eksplorasi destinasi, budaya, dan aktivitas belanja.
Rally Wisata 2026 resmi dilepas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, dari pelataran parkir Terminal Feri Internasional Gold Coast, Bengkong, Jumat siang. Pelepasan turut dihadiri Owner Kawasan Golden Prawn, Abi, serta sejumlah tamu undangan.
Pada hari pertama, peserta menempuh rute dari kawasan Gold Coast menuju Museum Raja Ali Haji, Masjid Agung Engku Hamidah, kawasan Welcome to Batam, Jembatan I Barelang, Masjid Mahmud Riayat Syah, hingga Harris Resorts Waterfront Marina. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan gala dinner.
Ketua Pelaksana Rally Wisata 2026, Surya Wijaya, mengatakan konsep kegiatan sengaja dibuat berbeda dari rally pada umumnya. Kecepatan bukan menjadi penentu, tetapi peserta ditantang mengumpulkan poin melalui barcode yang tersedia di setiap destinasi serta dari aktivitas belanja.
“Peserta tidak sekadar melintas di Batam. Mereka diajak berhenti, melihat, mengenal destinasi, sekaligus berbelanja,” ujarnya.
Menurutnya, konsep tersebut diharapkan memberikan pengalaman wisata yang lebih utuh sekaligus memberikan dampak langsung terhadap pergerakan ekonomi lokal. Peserta asal Johor tidak hanya menikmati destinasi Batam, tetapi juga berinteraksi dengan pelaku usaha selama perjalanan.
Sementara itu, Ardiwinata menilai Rally Wisata 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Batam sebagai kota pariwisata sekaligus memperluas promosi destinasi kepada wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Abi yang dinilainya turut berperan dalam perjalanan pembangunan kepariwisataan Batam. Ardiwinata mengaku telah mengenal dan berdiskusi dengan Abi mengenai pengembangan kawasan wisata sejak sekitar 12 hingga 15 tahun lalu.
Menurut Ardiwinata, berbagai gagasan dan upaya yang dilakukan para pelaku pariwisata pada masa lalu kini mulai menunjukkan hasil. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak terus mendukung kegiatan yang dapat memperkuat branding Batam sebagai destinasi wisata.
“Batam adalah kota pariwisata,” tegasnya.
Ardiwinata menyebut perkembangan kunjungan wisatawan ke Batam terus menunjukkan tren positif. Hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 819.997 wisatawan telah berkunjung ke Batam.
Kehadiran sekitar 80 peserta dari Johor melalui Rally Wisata 2026, menurutnya, menjadi tambahan positif bagi kunjungan wisatawan mancanegara.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan nyaman. Infrastruktur jalan Batam yang semakin baik juga dinilai menjadi modal penting untuk mendukung mobilitas wisatawan menuju berbagai destinasi.
“Jalan-jalan di Batam sudah lebar dan semakin enak. Tepuk tangan untuk Batam,” katanya.
Ardiwinata turut mengapresiasi Malaysia, khususnya Johor, yang selama ini menjadi salah satu sumber wisatawan penting bagi Batam. Kedekatan geografis serta hubungan masyarakat Batam dan Johor dinilai menjadi modal besar untuk memperkuat kerja sama pariwisata lintas negara.
Rally Wisata 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi perjalanan wisata, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan wajah Batam secara lebih dekat kepada wisatawan Johor sekaligus mendorong mereka untuk kembali berkunjung.
Dengan rute yang menghubungkan destinasi sejarah, religi, ikon kota hingga kawasan wisata, kegiatan ini membawa pesan bahwa Batam bukan hanya kota transit, tetapi juga destinasi yang layak dijelajahi. (Btm/emr)









