Luhut Gagas Reformasi Bea Cukai Berbasis AI, Minimalkan Kecurangan dan Tingkatkan Penerimaan Negara

  • Bagikan
Luhut Binsar Pandjaitan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Indonesia - btm.co.id/IG @luhut.panjaitan

BTM.CO.ID, JAKARTA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, menggagas reformasi besar dalam sistem kerja Bea Cukai dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Menurut Luhut, penerapan sistem digital berbasis AI dinilai mampu meminimalisir potensi kecurangan dalam pelayanan dan pengawasan di lingkungan Bea Cukai karena seluruh proses akan berjalan secara otomatis dan terintegrasi dengan berbagai instansi terkait.

“Bea Cukai jika perlu reformasi, kenapa tidak. Bea Cukai digantikan AI,” ujar Luhut dalam keterangannya senin (25/5/2026)

Ia menegaskan bahwa sistem digital berbasis AI tidak bisa dibohongi sehingga dapat mengurangi praktik pertemuan langsung antara oknum dengan pihak tertentu yang berpotensi menimbulkan penyimpangan.

“Sistem digital berbasis AI tidak bisa dibohongi. Langkah ini mengurangi orang ketemu orang,” katanya.

Luhut menilai ekosistem digital yang dibangun nantinya akan berdampak positif terhadap peningkatan penerimaan negara dan menciptakan tata kelola yang lebih transparan serta efisien.

“Ekosistem yang dibangun meningkatkan pendapatan penerimaan negara,” tambahnya.

Selain itu, Luhut juga meminta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, bersama tim ekonomi untuk turut menyiapkan pengembangan teknologi AI tersebut agar dapat diterapkan secara optimal di berbagai sektor pelayanan pemerintah.

“Saya minta Pak Rosan dengan tim ekonomi terkait pengembangan AI. Nantinya prosesnya akan terkait, nanti AI yang baca semua,” tutupnya. (BTM/DDR)

  • Bagikan
Exit mobile version