BTM.CO.ID, JAKARTA – Kantor Staf Presiden (KSP) memfasilitasi kolaborasi Universitas Padjadjaran (Unpad), TNI Angkatan Darat (AD), dan Perhimpunan Insinyur dan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) untuk mempercepat pelaksanaan program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan program cetak sawah, optimalisasi lahan (Oplah), penyediaan pupuk bagi petani, serta pengembangan komoditas prioritas untuk mendukung target swasembada pangan nasional.
Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara penyiapan Nota Kesepahaman untuk Mendukung Penyempurnaan Program Prioritas Nasional Bidang Ketahanan Pangan di Kabupaten Garut.
Penandatanganan dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Deputi II KSP, Prof. Popy Rufaidah; Kepala Sekretariat KSP, Prof. Dr. Achmad Tjachja Nugraha; Dekan Fakultas Pertanian Unpad, Dr. Ahmad Choibar Tridakusumah; Kepala Staf Korem 062/Tarumanegara, Letkol Inf. Hamzah Budi Susanto; serta Sekretaris Jenderal PISPI, Suratno.
Plt Deputi II KSP, Popy Rufaidah, mengatakan pihaknya berperan memfasilitasi koordinasi dan sinergi antarlembaga agar pelaksanaan program prioritas pemerintah di sektor pangan dapat berjalan lebih optimal.
“Kantor Staf Presiden dalam hal ini memfasilitasi akselerasi program percepatan, khususnya program prioritas nasional, seperti cetak sawah, Oplah, kemudian untuk pupuk bagi para petani,” ujar Popy di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi dan organisasi profesi pertanian menjadi salah satu upaya memperkuat pelaksanaan program pemerintah melalui dukungan ilmu pengetahuan, penelitian, serta kompetensi di bidang pertanian.
KSP selanjutnya akan menyelaraskan usulan kolaborasi tersebut dengan program Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan kementerian terkait lainnya.
“Kami akan memfasilitasi untuk menyinergikan dengan program prioritas yang ada di Kementerian Pertanian dan juga Bapanas serta kementerian terkait lainnya agar program Bapak Presiden untuk swasembada pangan dan ketahanan pangan dapat terwujud dengan dukungan dari perguruan tinggi,” katanya.
Dekan Fakultas Pertanian Unpad, Ahmad Choibar Tridakusumah, menyatakan dukungan institusinya terhadap program ketahanan pangan nasional melalui pendidikan dan penelitian.
Sementara itu, Guru Besar Sosiologi dan Penyuluhan Pertanian Unpad, Iwan Setiawan, menyampaikan bahwa tim Fakultas Pertanian Unpad akan menyiapkan rencana aksi di sejumlah titik untuk mengembangkan komoditas prioritas.
Rencana tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi pertanian sekaligus memperkuat swasembada pangan nasional.
Pelaksanaannya akan dikolaborasikan dengan Korem 062/Tarumanegara dan berbagai organisasi terkait.
Dari unsur TNI AD, Kepala Staf Korem 062/Tarumanegara, Hamzah Budi Susanto, menyatakan dukungannya terhadap kolaborasi KSP, TNI AD, dan Unpad.
Dukungan tersebut mencakup upaya mempercepat peran batalyon teritorial pembangunan dan kompi produksi di wilayah Korem 062/Tarumanegara untuk mendukung program ketahanan pangan.
Sekjen PISPI, Suratno, juga menyatakan kesiapan organisasinya untuk bekerja sama dengan seluruh pihak terkait agar kolaborasi tersebut dapat terlaksana secara optimal.
KSP turut membuka peluang keterlibatan fakultas pertanian dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia serta organisasi profesi lainnya.
Melalui sinergi lintas sektor ini, pemerintah berharap dukungan akademik, keahlian profesional, dan pelaksanaan program di lapangan dapat berjalan beriringan.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada dan memperkuat ketahanan pangan nasional. (btm/r)
