Program MBG Makin Tepat Sasaran,  76 Sekolah Tak Lagi Terima MBG Anak Daerah 3T Jadi Prioritas Utama

  • Bagikan
Presiden Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 111 Jakarta pada Selasa, 2 Juni 2026 - btm.co.id/Sekretariat Kabinet RI

BTM.CO.ID, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mulai melakukan penajaman sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar bantuan pemerintah lebih tepat sasaran dan menjangkau kelompok yang benar-benar membutuhkan intervensi pemenuhan gizi.

Langkah tersebut dilakukan seiring evaluasi pelaksanaan program MBG di berbagai daerah. BGN menegaskan bahwa ke depan program akan diprioritaskan bagi kelompok rentan, terutama anak-anak di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), serta kelompok 3B yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Juru Bicara sekaligus Wakil Kepala BGN, Arumsari, mengatakan penyempurnaan data penerima manfaat terus dilakukan guna memastikan anggaran negara digunakan secara efektif dan tepat sasaran.

BACA JUGA:  Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman Tinjau MBG di Malang, Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas

Hingga 18 Juni 2026, BGN telah mengidentifikasi sebanyak 76 sekolah di Pulau Jawa dengan total 39.352 siswa yang dinilai tidak lagi memerlukan intervensi pemerintah untuk pemenuhan makanan bergizi.

Dari hasil pendataan tersebut, pemerintah memperkirakan potensi efisiensi anggaran mencapai Rp70,8 miliar.

BACA JUGA:  BULOG Siap Laksanakan Penugasan Tambahan Bantuan Pangan Bagi 33,2 Juta Keluarga Selama Tiga Bulan

Menurut Arumsari, proses verifikasi penerima manfaat dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah indikator penting, seperti tingkat kerentanan gizi, kondisi sosial ekonomi keluarga, serta akses masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan gizi sehari-hari.

“Kami terus melakukan penyempurnaan data agar program MBG benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan dukungan pemerintah,” ujarnya.

Selain melakukan penajaman sasaran penerima manfaat, BGN juga menyesuaikan operasional Program MBG selama masa libur sekolah dan hari libur nasional.

BACA JUGA:  Mulai Libur Sekolah, Program MBG Resmi Dihentikan Sementara, Negara Hemat Rp3 Triliun

Selama periode tersebut, layanan distribusi makanan bergizi untuk peserta didik maupun kelompok 3B dihentikan sementara dan akan kembali berjalan setelah masa libur berakhir.

BGN menegaskan bahwa langkah penyesuaian dan evaluasi penerima manfaat ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia. (Btm/r)

  • Bagikan