Mentan Amran Ajak Mahasiswa Tinjau Gudang Bulog, Pastikan Stok Beras Nasional Aman Mendekati 5 juta Ton

  • Bagikan

BTM.CO.ID,  SIDOARJO – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak mahasiswa dan pakar pertanian meninjau langsung gudang Perum Bulog di Sidoarjo, Jawa Timur. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi riil stok beras nasional sekaligus membuka ruang transparansi kepada publik.

Dalam kunjungan tersebut, Amran mengapresiasi keterlibatan berbagai elemen kampus. Ia menilai kehadiran mahasiswa dan akademisi penting sebagai bentuk cross check terhadap data yang disampaikan pemerintah.

“Ini bagian dari transparansi. Silakan dicek langsung di lapangan agar data yang disampaikan pemerintah bisa croscek langsung oleh masyarakat” ujarnya.

BACA JUGA:  Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Prihatin, Siswi Acungkan Jari Tengah ke Guru di Purwakarta

Di hadapan peserta, Amran mengungkapkan bahwa stok beras nasional saat ini telah mencapai sekitar 4,9 juta ton dan diperkirakan segera menembus 5 juta ton. Angka tersebut disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Selain itu, ia menjelaskan total kekuatan pangan nasional—yang mencakup stok Bulog, konsumsi sektor hotel, restoran, dan katering (horeka), serta standing crop—mencapai sekitar 28 juta ton. Jumlah ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga 11 bulan ke depan.

BACA JUGA:  NEWS VIDEO: Mobil Nasional Segera Hadir, Pemerintah Siapkan Brand dan Produsen

Sementara itu, kondisi gudang Bulog di Jawa Timur menunjukkan kapasitas yang hampir penuh, bahkan mendekati batas maksimal penyimpanan. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa ketersediaan beras dalam kondisi aman.

Amran juga menegaskan pemerintah telah mengantisipasi potensi dampak El Niño melalui berbagai langkah strategis, seperti pompanisasi dan perbaikan sistem irigasi di sejumlah daerah.

BACA JUGA:  Baru Sepekan Menjabat, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Korupsi Tambang Nikel

Di sisi lain, dukungan kebijakan pupuk turut diperkuat. Pemerintah disebut telah menyiapkan distribusi pupuk lebih awal sejak Januari serta meningkatkan volumenya, guna menjaga produktivitas pertanian tetap optimal.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional dapat terus terjaga di tengah berbagai tantangan. (Btm/r)

  • Bagikan