Kepala Staf Kepresidenan: Pancasila Kian Relevan di Tengah Tantangan Era Digital

  • Bagikan

BTM.CO.ID, JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali memaknai Pancasila sebagai falsafah hidup yang diamalkan dalam keseharian.

Ajakan tersebut disampaikan dalam pernyataan resmi di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (12/8/2026), bertepatan dengan momentum jelang peringatan 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam pernyataannya, Jenderal (Purn.) Dudung menegaskan bahwa selama 80 tahun Indonesia merdeka, bangsa ini telah melalui berbagai tantangan, pergolakan, konflik komunal, hingga perubahan zaman. Namun sejarah membuktikan Pancasila tetap kokoh sebagai dasar negara yang menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

BACA JUGA:  LIVE STREAMING: Presiden Resmikan 3.395 Jembatan TNI-Polri dan 3.000 Sumber Air Bersih

“Pancasila lahir dari nilai-nilai yang hidup di tengah bangsa Indonesia, yakni nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Nilai-nilai inilah yang menjadi kekuatan kita dalam menghadapi berbagai ujian sejak awal kemerdekaan hingga hari ini,” ujar Jenderal (Purn) Dudung.

Kepala Staf Kepresidenan menyoroti perkembangan era digital yang membuat arus informasi bergerak sangat cepat. Menurutnya, hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, provokasi, intoleransi, dan polarisasi kini dapat masuk ke ruang-ruang pribadi masyarakat melalui telepon genggam. Di tengah beragam ancaman tersebut, ia menilai Pancasila justru semakin relevan sebagai pedoman untuk menghadapinya.

BACA JUGA:  NEWS VIDEO: Airlangga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Semester II 2026

“Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan saling membenci. Kita boleh mengkritik, tetapi jangan memecah persaudaraan. Kita boleh maju mengikuti perkembangan dunia, tetapi jangan pernah kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia, dengan Pancasila yang hidup dalam perilaku kita,” tegasnya.

Lebih lanjut, Jenderal (Purn) Dudung menjelaskan bahwa pengamalan Pancasila tercermin dalam tindakan nyata sehari-hari, seperti menghormati perbedaan, menolong sesama, dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah. Ia juga menegaskan bahwa pelayanan aparat dan pejabat negara kepada rakyat secara adil, manusiawi, dan tidak sewenang-wenang merupakan wujud lain dari pengamalan Pancasila.

BACA JUGA:  NEWS VIDEO: Presiden Prabowo Resmikan Motor Listrik Nasional , Dorong Industri Kendaraan Listrik Dalam Negeri

Ia menutup pernyataannya dengan menyampaikan keyakinannya bahwa selama bangsa Indonesia berpegang teguh pada Pancasila, menjaga Bhinneka Tunggal Ika, menjunjung tinggi Undang-Undang Dasar 1945, dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka Indonesia akan tetap berdiri kokoh, bersatu, dan semakin maju.

“Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia,” pungkas Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman. (Btm/r)

  • Bagikan