Presiden Prabowo: Dari 1.077 BUMN, 800 Akan Ditutup, Garuda Indonesia Batal Dijual dan Mulai Untung

  • Bagikan

BTM.CO.ID, LOMBOK – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah akan melakukan penataan besar-besaran terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk menutup ratusan perusahaan yang dinilai tidak efisien.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan lima bendungan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026).

Dalam sambutannya, Presiden mengatakan BUMN selama puluhan tahun menghadapi berbagai persoalan, termasuk praktik korupsi yang kini mulai dibenahi oleh pemerintah.

BACA JUGA:  NEWS VIDEO: Tak Cuma Bahas Investasi, Presiden Prabowo dan PM Singapura Capai 26 Kesepakatan Strategis

“BUMN sarang korupsi puluhan tahun. Sedikit demi sedikit kita benahi,” ujar Prabowo.

Presiden mengaku menerima laporan bahwa sejumlah BUMN yang sebelumnya terus merugi kini mulai mencatatkan keuntungan. Ia juga mengungkapkan jumlah BUMN yang ada saat ini mencapai 1.077 perusahaan.

Menurut Prabowo, pemerintah akan melakukan efisiensi dengan menutup sekitar 800 BUMN hingga akhir tahun.

“Kita tutup BUMN yang tidak efisien. Kita hemat Rp70 triliun dari BUMN,” katanya.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Resmikan B50, Indonesia Hemat Rp170 Triliun dan Perkuat Kemandirian Energi

Di sisi lain, Prabowo menegaskan pemerintah justru akan memperkuat BUMN yang bergerak di sektor industri pertahanan dan strategis, seperti PT PAL Indonesia, PT Pindad, dan PT Dirgantara Indonesia.

Ia menyatakan ketiga perusahaan tersebut sempat menghadapi rencana penjualan pada masa lalu, namun kini diputuskan untuk dibangkitkan dan dikembangkan.

“PT PAL, PT Pindad, dan PT Dirgantara Indonesia mau dijual, sekarang kita bangkitkan perusahaan itu,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman Takziah ke Rumah Keluarga Peserta SPPI di Sumedang

Presiden juga mengklaim bahwa militer Arab Saudi akan memesan berbagai produk persenjataan yang diproduksi oleh PT Pindad.

Selain itu, Prabowo menyinggung kondisi maskapai nasional Garuda Indonesia. Menurutnya, pemerintah menolak rencana penjualan Garuda Indonesia, dan perusahaan tersebut diproyeksikan mulai mencatatkan keuntungan pada bulan depan.

“Garuda tadinya mau dijual, saya tolak. Sekarang Garuda bulan depan untung,” kata Prabowo. (Btm/ddr)

  • Bagikan