TERUNGKAP! Gurita Bisnis Sinar Mas Group di Batam, dari Properti hingga Kawasan Nongsa Digital Park

  • Bagikan

BTM.CO.ID, BATAM – Sinar Mas Group memiliki jaringan bisnis di berbagai sektor di Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Mulai dari properti, jasa keuangan, industri pulp dan kertas, hingga telekomunikasi dan layanan internet.

Salah satu pengembangan bisnis yang menonjol adalah kawasan ekonomi digital di Nongsa yang dikembangkan melalui kolaborasi Sinar Mas Land dan Citramas Group.

Namun, di tengah ekspansi bisnis tersebut, nama Sinar Mas Group juga menjadi sorotan terkait isu lingkungan. Pemerintah Singapura memanggil perwakilan sejumlah perusahaan dan grup usaha pada Rabu (28/10/2026) untuk membahas dugaan keterkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang memicu kabut asap lintas batas.

Pertemuan yang berlangsung di Gedung The Treasury, Singapura, itu dihadiri Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong, Menteri Dalam Negeri K. Shanmugam, dan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Grace Fu.

Sejumlah perusahaan yang disebut dalam pertemuan tersebut antara lain Bumitama Agri, First Resources, Golden Agri-Resources, Indofood Agri Resources, Kencana Agri, TSH Resources, Wilmar International, Sinar Mas Group, serta Asia Pulp & Paper (APP) dan afiliasi terkait.

Pemanggilan tersebut berkaitan dengan upaya pemerintah Singapura meminta penjelasan mengenai dugaan keterlibatan perusahaan dalam kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada kualitas udara lintas negara.

Meski demikian, pemanggilan perusahaan untuk dimintai penjelasan tidak serta-merta membuktikan keterlibatan atau kesalahan hukum perusahaan yang bersangkutan.

Nongsa Digital Park Jadi Pusat Pengembangan Bisnis Digital

Di Batam, salah satu lini bisnis Sinar Mas yang menjadi perhatian adalah pengembangan kawasan digital di Nongsa.

Sinar Mas Land bekerja sama dengan Citramas Group melalui PT AFP Dwilestari dan PT Taman Resor Internet untuk mengembangkan kawasan ekonomi digital yang diarahkan menjadi penghubung antara ekosistem digital Indonesia dan Singapura.

Kawasan ini diproyeksikan menarik perusahaan teknologi, pelaku industri digital, serta investor domestik dan internasional.

Group CEO Sinar Mas Land, Michael Widjaja, mengatakan pengembangan ekonomi digital menjadi bagian penting bagi Indonesia dalam menghadapi perkembangan teknologi dan era Industri 4.0.

“Kami melihat pengembangan ekonomi digital sangat penting bagi Indonesia menuju era industri 4.0. Oleh karena itu, Sinar Mas Land memprioritaskan pengembangan yang sejalan dengan kemajuan teknologi,” ujar Michael Widjaja melansir dari website resmi Sinarmas Group kamis (29/10/2026)

Dalam proyek tersebut, Sinar Mas Land dan Citramas Group masing-masing memiliki porsi kepemilikan saham sebesar 50 persen.

Group CEO Citramas Group, Mike Wiluan, mengatakan Nongsa Digital Park dikembangkan sebagai ekosistem yang mendukung talenta, inovasi, dan kreativitas di sektor digital.

Kawasan tersebut diharapkan membuka peluang bagi perusahaan rintisan atau startup dan pelaku industri teknologi untuk mengakses pengembangan keterampilan, pembiayaan, serta pasar Indonesia dan Singapura.

Peta Bisnis Sinar Mas Group di Batam

Selain kawasan digital di Nongsa, sejumlah perusahaan yang terkait dengan kelompok usaha Sinar Mas memiliki kegiatan bisnis di Batam.

Berikut beberapa sektor usaha yang berkaitan dengan jaringan bisnis tersebut.

1. Properti dan Kawasan Digital

Melalui Sinar Mas Land, kelompok usaha ini terlibat dalam pengembangan properti dan kawasan hunian di Batam.

BACA JUGA:  29 Ton Bawang Putih Asal China Tak Layak Konsumsi Dimusnahkan Karantina Kepri di Batam
  • Bagikan