Ledakan Investasi Batam! Rp17,4 Triliun Mengalir, Singapura Jadi Pemain Utama!

  • Bagikan
Pintu masuk Latrade Industrial Park di Sagulung Kota Batam - btm.co.id/ist

BTM.CO.ID, BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat realisasi investasi pada triwulan I tahun 2026 mencapai Rp17,4 triliun. Capaian ini menunjukkan lonjakan signifikan sekaligus menegaskan posisi Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan investasi paling dinamis di Indonesia.

Berdasarkan negara asal, Singapura menjadi kontributor terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp4,82 triliun. Sejumlah perusahaan asal Singapura diketahui telah beroperasi dan menanamkan modal di Batam, khususnya di sektor manufaktur, elektronik, logistik, hingga industri digital.

Salah satu contohnya adalah PT Esun yang berlokasi di Seilekop, Sagulung, yang bergerak di bidang pengolahan limbah. Selain itu, sejumlah perusahaan lain seperti Excelitas Technologies Singapore Pte Ltd, Firmenich Asia Private Limited, hingga Infineon Technologies Asia Pacific Pte Ltd turut memperkuat ekosistem industri di Batam.

Di sektor logistik dan maritim, perusahaan seperti Gallant Ventures (pengembang Batamindo), Megastar Shipping, hingga RSL Shipping juga menunjukkan aktivitas investasi yang signifikan. Sementara di sektor jasa, terdapat PT Batamindo Investment Cakrawala dan Maven yang berbasis di Singapura.

Negara investor terbesar kedua hingga kelima masing-masing ditempati oleh Hong Kong, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang. Sebaran ini mencerminkan posisi strategis Batam dalam jaringan investasi regional maupun global.

Secara kinerja, realisasi investasi triwulan I 2026 tumbuh 102,85 persen secara tahunan (year-on-year) dan meningkat 68,92 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter).

Dari sisi komposisi, penanaman modal asing (PMA) tercatat sebesar Rp8,8 triliun, sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp8,5 triliun. Kenaikan PMDN bahkan melonjak hingga 216 persen secara tahunan, menandakan meningkatnya kepercayaan investor domestik.

Secara sektoral, investasi didominasi industri mesin dan elektronik sebesar 23,65 persen, disusul sektor kimia dan farmasi 21,18 persen, jasa lainnya 17,70 persen, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar 13,09 persen. Struktur ini menunjukkan pertumbuhan Batam yang bertumpu pada sektor bernilai tambah dan penguatan ekosistem industri.

Secara regional, Batam menyumbang sekitar 73,5 persen dari total realisasi investasi Provinsi Kepulauan Riau yang mencapai Rp23,8 triliun pada periode yang sama. Hal ini menegaskan peran Batam sebagai motor utama perekonomian kawasan.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Batam.

“Lonjakan ini menunjukkan Batam tidak hanya mampu menarik investasi, tetapi juga mengeksekusinya secara lebih cepat, pasti, dan produktif,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menilai dominasi Batam terhadap investasi di Kepulauan Riau memiliki arti strategis.

“Batam memegang peran sentral dalam menggerakkan ekonomi kawasan. Pertumbuhan ini memberikan efek berantai ke sektor industri, logistik, perdagangan, dan jasa,” katanya.

Di sisi lain, Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menekankan pentingnya kualitas pertumbuhan investasi.

“Ini bukan sekadar lonjakan angka, melainkan menunjukkan struktur investasi yang sehat. PMA tetap kuat dan PMDN tumbuh agresif, menandakan Batam semakin dipersepsikan sebagai kawasan yang feasible, bankable, dan executable,” ujarnya. (Btm/r/ddr)

  • Bagikan
Exit mobile version