Air Mati Picu Warga Geruduk KEK Nongsa, ABH Buka Suara dan Siapkan Solusi

  • Bagikan

Selama aliran menuju Teluk Mata Ikan belum sepenuhnya pulih dan merata, ABH akan tetap menyiapkan pengiriman mobil tangki untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya dalam kondisi mendesak.

ABH juga terus berkoordinasi dengan BU SPAM-BP Batam untuk memastikan proses pemulihan distribusi dilakukan secara bertahap dan terukur.

“Kami memahami bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan sementara, tetapi mengharapkan air kembali mengalir melalui jaringan secara normal. Untuk itu, fokus kami saat ini adalah mempercepat optimalisasi suplai dan memastikan perbaikan distribusi dapat dirasakan oleh seluruh wilayah Teluk Mata Ikan secara bertahap,” ujarnya.

BACA JUGA:  Polresta Barelang Musnahkan Barang Bukti Narkotika Senilai Rp540,6 Juta, 15 Tersangka Diamankan

Sebelumnya diberitakan, ratusan warga menggeruduk kantor pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, Batam, Sabtu (19/9/2026).

Kedatangan warga dipicu persoalan pasokan air bersih ke permukiman yang disebut mengalami mati total dalam beberapa waktu terakhir.

Warga mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari karena aliran air ke rumah mereka tidak mengalir. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan untuk mandi, mencuci hingga memenuhi kebutuhan sanitasi.

BACA JUGA:  Sembilan Jurnalis Kepri Gabung DPP PJS, Mahmud Marhaba Tegaskan Fokus pada UKW dan Advokasi

Salah seorang warga menyampaikan kekesalannya saat menyampaikan aspirasi.

“Air kami di sini mati total, Pak. Jangankan untuk mandi atau cuci piring, untuk kebutuhan sanitasi saja air tidak ada,” ujar seorang warga.

Warga lainnya meminta pemerintah segera turun tangan menangani persoalan tersebut.

“Kami demo tak mau diviralkan. Ke mana pemerintah kami?” ujar warga.

Warga menegaskan aksi tersebut dilakukan secara spontan karena persoalan kebutuhan air bersih di rumah mereka.

BACA JUGA:  Kapolresta Barelang Tegaskan Konflik Lahan Batam Bukan Konflik SARA, Penegakan Hukum Terus Berjalan

“Kami tidak ada koordinator. Ibu-ibu mengajak demo, murni masalah air di rumah kami. Kami ingin solusi masalah air,” kata warga lainnya.

Dalam aksi tersebut, warga mempertanyakan kondisi pasokan air di kawasan permukiman yang berada di sekitar KEK Nongsa.

Kini, ABH menyatakan penanganan terus dilakukan melalui bantuan mobil tangki dan optimalisasi suplai dari jalur Duriangkang, sembari menunggu distribusi air melalui jaringan kembali pulih secara bertahap. (Btm/tim/ddr)

  • Bagikan