VIRAL!, Keluarga Asal Batam Diduga Jadi Korban Penipuan, Berjuang Pulang ke Batam Berjalan Kaki

  • Bagikan

BTM.CO.ID, BATAM – Kisah pilu dialami sebuah keluarga asal Batam yang disebut menjadi korban dugaan penipuan saat merantau ke Cilacap, Jawa Tengah. Mereka berangkat bersama dengan harapan mendapatkan pekerjaan dan memperbaiki kehidupan keluarga.

Informasi tersebut dibagikan melalui media sosial oleh akun Instagram @kim.jong.wer. Dalam unggahannya, disebutkan bahwa seorang bapak memberanikan diri merantau bersama istri dan anaknya setelah mendapat tawaran pekerjaan di Cilacap.

Namun, harapan tersebut berubah menjadi cobaan. Di tengah perjalanan, keluarga itu diduga menjadi korban penipuan.

BACA JUGA:  Sambut HUT RI ke-81, Ditreskrimsus Polda Kepri Bagikan Ratusan Bendera dan Sembako ke Warga Batam

Mereka disebut diturunkan dari kendaraan yang ditumpangi. Sementara itu, telepon seluler (HP), uang, serta sejumlah barang penting milik keluarga tersebut diduga dibawa pergi.

Dalam unggahan tersebut disebutkan, keluarga itu kini telah lebih dari satu bulan berupaya kembali ke Batam. Bahkan, mereka disebut menempuh perjalanan dengan berjalan kaki karena keterbatasan biaya dan kondisi yang mereka alami.

BACA JUGA:  LIVE STREAMING: Penggerebekan Gelper oleh Bareskrim di Nagoya Batam

Kisah tersebut kemudian mendapat perhatian di media sosial. Pengunggah berharap ada pihak yang tergerak membantu agar keluarga tersebut dapat kembali ke Batam dan berkumpul dengan keluarga mereka.

“Semoga ada pertolongan agar keluarga ini bisa kembali ke rumah dan berkumpul bersama keluarga mereka,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam unggahan tersebut.

BACA JUGA:  Arogansi Jakarta di Beranda Negeri: Catatan dari Pertemuan Ketua Umum PWI dan KJK di Batam

Hingga berita ini disusun, informasi mengenai identitas lengkap keluarga, pihak yang diduga menawarkan pekerjaan, lokasi kejadian, serta kronologi lengkap dugaan penipuan tersebut masih belum diketahui secara pasti.

btm.co.id masih berupaya memperoleh informasi dan konfirmasi lebih lanjut dari pihak terkait untuk memastikan kebenaran peristiwa tersebut. (Btm/ddr)

  • Bagikan